Wednesday, 19 September 2018

Karena Ini, Rekan Bisnis Sandiaga Uno Batal Diperiksa

Rabu, 25 Oktober 2017 — 13:54 WIB
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.(yendhi)

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono.(yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) –  Tersangka dugaan penipuan dan penggelapan sebidang tanah Andres Tjahyadi sekaligus rekan bisnis Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno hari ini, Rabu, (25/10/2017), batal diperiksa oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya karena berhalangan hadir lantaran tengah menderita penyakit prostat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan adanya pemanggilan terhadap Andreas hari ini untuk dimintai keterangan sebagai tersangka.

“Berkaitan dengan pemanggilan Bapak Andreas Tjahjadi jadi memang untuk hari ini diagendakan oleh Krimum (Ditres Krimum Polda Metro Jaya) untuk memanggil yang bersangkutan,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya.

Namun, melalui kuasa hukumnya menyampaikan berhalangan hadir karena kliennya harus mendapat pengobatan akibat penyakit prostat yang diderita.

“Dari pengacara nya sudah menghubungi ke reskrim bahwa yang bersangkutan belum bisa hadir hari ini karena ada sakit prostat,” ujar Argo.

Untuk itu, lanjut Kabid Humas, penyidik akan menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Andreas. Meski begitu ia belum bisa memastikan waktu pemanggilan karena bergantung pada kondisi kesehatan yang bersangkutan.

“Jadi nanti dari penyidik akan menganggedakan kembali kira-kira kapan, nanti kita komunikasikan dengan yang bersangkutan kapan bisa hadir dan kalau misalnya memang sakit kita tetap menunggu sampai dia sembuh karena kami tidak bisa mendesak orang dalam keadaan sakit,” tuturnya.

Dalam kasus ini Andreas Tjahyadi dilaporkan oleh Fransiska Kumalawati Susilo yang diberi kuasa oleh Edward Soeryadjaja dan Djoni Hidayat atas dugaan penggelapan tanah seluas 3.115 m2 di Kawasan Curug, Tangerang, pada Desember 2012 silam.

Tak hanya Andreas, dalam laporannya tersebut rekan bisnis Andreas yakni Sandiaga Salahudin Uno yang sekarang menjabat sebagai wakil Gubernur DKI Jakarta juga turut dilaporkan. Selain itu, Sandi juga kembali dilaporkan oleh Fransiska terkait kasus dugaan pemalsuan. (Yendhi/win)