Sunday, 15 September 2019

Turbulensi, Dua Penumpang dan Pramugari Batik Air Terluka

Rabu, 25 Oktober 2017 — 14:02 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA – Dua penumpang dan pramugari Batik Air mengalami luka-luka, setelah pesawat rute Jakarta-Medan itu mengalami turbulensi dalam penerbangan, Selasa petang, 24 Oktober 2017, sekira pukul 17.33 WIB.

Selain dua penumpang dan seorang pramugari mengalami cedera, ratusan lainnya mengalami trauma atas peristiwa itu. Beruntung pesawat ini berhasil mendarat mulus di Bandara Kualanamu Deli Serdang.

Communication and Legal Manager Bandara Kualanamu Wisnu Budi Setianto, Rabu, 25 Oktober 2017, korban sudah mendapat penanganan medis dari dokter Kantor Kesehatan Pelabuhan atau KKP di Bandara Kualanamu.

Pesawat Batik Air ini diketahui mengangkut 114 penumpang. Lepas dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 15.00 WIB, namun dalam penerbangan di ketinggian 20.000 kaki atau sekira enam kilometer di atas permukaan laut, pesawat mengalami turbulensi. Menurut Wisnu, penumpang mengalami shock atas kejadian tersebut.

Dikatakannya, turbulensi yang terjadi di atas kawasan Sumatera Utara itu terjadi menjelang 20 menit lagi menuju Bandara Kualanamu. Diperkirakan berada di atas Danau Toba.

Dugaan sementara, turbulensi ini ditengarai oleh faktor alam dengan kondisi cuaca buruk yang terjadi di sejumlah daerah di Sumatera Utara. Pada saat itu kondisinya hujan deras dan angin kencang. Kondisi yang dialami Batik Air murni kondisi alam, bukan pesawatnya.

Untuk saat ini pesawat tersebut sudah kembali melayani penerbangan seperti biasa. Pesawat Batik Air dengan rute Kualanamu-Jakarta sudah kembali terbang dengan mengangkut penumpang, Rabu dini hari, 25 Oktober 2017. (*/win)