Tuesday, 20 August 2019

Pasutri Jadi Jaringan Sabu yang Dikendalikan dari Lapas

Kamis, 26 Oktober 2017 — 14:33 WIB
Pasutri bersama adik ipar jual sabu dikendalikan dari Lapas dibekuk polisi di Menteng.(silaen)

Pasutri bersama adik ipar jual sabu dikendalikan dari Lapas dibekuk polisi di Menteng.(silaen)

JAKARTA (Pos Kota) – Dua pria residivis bersama wanita jaringan pengedar dan pemakai sabu dibekuk polisi di toiet SPBU Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat.

“Dua revisidis berinsial AM alias ompong dan AF, masih iparan,” tegas Kapolsek AKBP Ronald Purba,  Kamis (26/10) siang. Dalam jaringan ini

Kanit Reskrim Kompol Irwansyah Putra, menuturkan tertangkapnya jaringan pengedar sabu yang dikendalikan dari Lapas (Lembaga Pemasyarakatan)  berawal tertangkapnya Ompong di toilet SPBU, Minggu (22/10) sekitar pukul 20:45, oleh Panit Narkoba Ipda Putra‎, dengan barang bukti sabu 25 gram.

Berawal dari tertangkapnya pria tersebut, petugas kemudian mengembangkan hingga tertangkap lagi pasangan suami-istri (pasutri) AH alias dan istrinya NH alias ML di rumah  kontrakan Menteng Tenggulun‎. Dari tangan kakak ipar Ompong, petugas menyita 537 gram lagi sabu.

Total barang bukti yang disita petugas itu semua ada 562 gram sabu. Kini, dua pria residivis bersama wanita beranak dua itu kemudian diamankan ke kantor polisi berikut barang bukti narkoba dan tiga telepon genggam serta timbangan.

Masih menurut Kapolsek Ronald Purba, dua pria sejak keluar dua tahun lalu dari rumah tahanan sudah menjadi pengedar dan pemakai sabu yang disinyalir dikendalikan rekannya dari salah satu Lapas di Jakarta.

Sejak keluar dari penjara, dua pria yang bersaudara itu menjual sabu pada orang sudah jadi jaringannya. Biasanya pria ini menjual liwat HP yang dikendalikan rekannya masih menghuni di salah satu Lapas. Setelah terjadi transaksi, Ompong kemudian mengambil barang kemudian mengantarnya pada yang sudah mesan.

“Barang diterima jika uang sudah ditransfer pada ‎rekening Ny NH alias ML,. Uang  kalau sudah diterima, baru dikirim barang. Mereka juga mengaku hanya dapat keuntungan Rp 2 juta,” papar AKBP Ronald Purba, menirukan pelaku.

Hingga saat ini petugas kepolisian masih mendalami keberadaan pria pengedar yang berada di dalam sel tahanan. “Mereka juga akan ternacam dengan pasal 114 (2) sub 112 (2) Jo Pasa 132 (1) No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, pidana penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun penjara atau pidana penjara seumur hidup atau pidana mati dan denda Rp 10 milyar,” ujar Kapollse Ronald Purba. (silaen/win)