Tuesday, 19 June 2018

Terkena OTT KPK, PDIP Sudah Pecat Bupati Nganjuk

Kamis, 26 Oktober 2017 — 15:23 WIB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto.(dok)

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto.(dok)

JAKARTA (Pos Kota) – Bupati Nganjuk, Jawa Timur, Taufiqurrahman dikabarkan terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menanggapi itu, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengaku terkejut dengan informasi tersebut.

“Jika informasi itu benar adanya, maka PDI Perjuangan langsung memecat seketika kepada yang bersangkutan dari posisinya sebagai kader partai,” kata Hasto, Kamis (26/10/2017).

Hasto menegaskan bahwa PDI Perjuangan sebenarnya sudah berulangkali mengingatkan Taufiq dalam posisinya sebagai Bupati Nganjuk untuk tidak main-main dengan perilaku yang melanggar hukum.

Bahkan, posisi Taufiq di internal PDI Perjuangan sudah dibebastugaskan dari jabatan Ketua DPC PDI Perjuangan Nganjuk sejak 26 Januari 2017 karena faktor kedisiplinan.

“Yang bersangkutan sudah diberikan sanksi organisasi dan dibebastugaskan dari jabatan Ketua DPC sejak tanggal 26 Januari lalu,” ujar Hasto.

Sebagai bentuk ketegasan, PDI Perjuangan pun memberikan sanksi kepada Taufiq, di Pilkada Nganjuk pihaknya tidak memberikan rekomendasi yang diperjuangkan Taufiq yang menginginkan agar PDI Perjuangan mencalonkan istrinya.

“PDI Perjuangan tegas, tidak mencalonkan sosok yang dikehendaki oleh saudara Taufiq,” ucap Hasto.

Hasto menambahkan, sebenarnya Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pun selalu mengingatkan kader-kadernya yang dipercaya sebagai penyelenggara negara untuk tidak main-main dengan praktik pelanggaran hukum. “Dan ancaman sanksinya sangat tegas bahwa siapapun yang terkena OTT oleh KPK, maka saat itu juga partai langsung mengeluarkan surat pemecatan,” imbuhnya.

Ketua KPK, Agus Rahardjo tak menampik bahwa yang terjaring dalam OTT kemarin diduga Bupati Nganjuk, Jawa Timur, Taufiqurrahman. Penangkapan terjadi di Jakarta.

“Benar ada giat di Jakarta terhadap salah satu Bupati di Jatim. Masih didalami, KPK punya waktu 24 jam utk menentukan status yang bersangkutan,” katanya.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menambahkan, selain di Jakarta, OTT terkait kasus serupa juga digelar di Nganjuk, Jawa Timur. Ada 15 orang yang diamankan.

“Sampai saat ini informasi yang kita terima ada sekitar 15 orang yang diamankan, dan sebagian sedang dalam proses pemeriksaan,” katanya.

“Kami tentu akan menggunakan semaksimal mungkin waktu sekitar 24 jam maksimal setelah proses OTT ini dilakukan sekitar siang hari ini,” tuntasnya. (julian)