Saturday, 25 November 2017

Bos PT Alliaz Life Dua Kali Mangkir, Polisi Akan Jemput Paksa

Jumat, 27 Oktober 2017 — 9:14 WIB
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan.(yendhi)

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan.(yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) –  Setelah dua kali mangkir dari pemeriksaan, penyidik akan keluarkan surat penjemputan paksa terhadap bos PT Allianz Life Indonesia, Joachim Wessling.

Ini terkait pernyataan pengacara Joachim, yang mengkonfirmasi kliennya itu akan hadir dalam pemeriksaan Kamis 26 Oktober 2017. Namun, tanpa ada alasan Joachim tidak menghadiri pemeriksaan. Sebelumnya, pada Kamis 12 Oktober 2017 Presiden Direktur PT Allianz Life Indonesia tersebut juga mangkir dari pemeriksaan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan mengatakan, karena yang bersangkutan sudah dua kali mangkir dari pemeriksaan maka ia akan perintahkan anak buahnya untuk keluarkan surat penjemputan paksa.

“Kalo dia gak hadir, ini kan kedua, artinya penyidik dituntut cari dan keluarkan surat perintah membawa untuk diminta keterangan,” kata Adi di Mapolda Metro Jaya, Kamis, (26/10/2017) petang.

Meski begitu, Adi mengaku belum mengetahui apakah Joachim saat ini tengah berada di Indonesia atau di luar negeri. Pasalnya, Joachim diketahui berkewarganegaraan Jerman.

Terhadap Joachim penyidik akan menggali seputar tugas, tanggungjawab, dan kewenangan serta kebijakan yang keluarkan oleh bos PT Allianz Life Indonesia itu terkait hubungan pihak asuransi dengan kliennya.

Dalam kasus ini, Manajer Klaim PT Allianz Life Indonesia Yuliana Firmansyah juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Joachim dan Yuliana diduga telah melanggar pasal dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen karena diduga mempersulit proses pencairan klaim biaya perawatan rumah sakit.

Laporan terhadap Joachim dan Yuliana tertera dalam Laporan Polisi Nomor: LP/1645/IV/2017/Dit. Reskrimsus tertanggal 3 April 2017. Selain itu juga tertera dalam Laporan Polisi Nomor: LP/1932/IV/2017/PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 18 April 2017. (Yendhi/win)