Tuesday, 23 January 2018

Membantu Puluhan Pasien Jiwa dengan Nasi Barokah

Jumat, 27 Oktober 2017 — 7:32 WIB
Pasien Panti Jiwa Jamrud biru yang tengah menikmati bantuan makan siang. (chotim)

Pasien Panti Jiwa Jamrud biru yang tengah menikmati bantuan makan siang. (chotim)

SIANG Kamis kemarin (26/20), puluhan pasien jiwa di Panti Jamrud Biru, Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat tampak tak sabar menunggu makan siang. “Sudah lapar Pak,” kata Adi, satu pasien.

Pengurus panti memberi makan siang kepada pasien jiwa di sini memang sudah menjadi rutinitas. Mereka diminta antre berbaris, sambil menyiapkan piring plastiknya.

“Kalau nggak digituin, mereka berebut,” kata Ratno, satu perawat panti.

Seringkali perawat berteriak keras, sepeti melarang makan sembarangan atau ketika makanan tidak dihabiskan.

Pasien pun tampaknya mulai terbiasa dengan cara perawat super keras mengatur.

Mengelola dan merawat pasien jiwa memang butuh kesabaran ekstra. Ya wajar karena mereka bukan orang biasa, karena masih terganggu kejiawaannya.

Di bagian lain, pengurus juga harus ekstra keras mencari bantuan. Sebagian pasien di sini tidak memiliki keluarga. Bagimana sulitnya di masa saat ini untuk mendapatkan beras.

NASI BAROKAH

Tetapi ada juga kelegaan pengurus. Seperti saat ini mendapat bantuan dari kelompok masyarakat.

Komunitas Ibu-ibu Mandala Mengaji secara rutin mengirim nasi bungkus. Bantuan nasi bungkus ini diakui sangat meringankan beban operasional panti.

“Alhamdulillah, ini yang kita bagikan ke pasien sekarang ini. Kami sangat berterima kasih,” kata Yono, perawat lain.

Dengan bantuan nasi barokah ini menjadikan sebanyak 40 pasien dan pengurus kebagian makan siang. “Alhamdulillah,” katanya. (chotim)