Tuesday, 20 November 2018

KY Imbau Hakim Bijak Gunakan Medsos

Minggu, 29 Oktober 2017 — 16:04 WIB
Komisi Yudisial

Komisi Yudisial

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Yudisial (KY) mengimbau para hakim untuk bijak dalam menggunakan media sosial (Medsos).

Imbauan ini disampaikan Juru bicara KY Farid Wajdi sehubungan fenomena hakim yang memberikan kritik di Medsos. Padahal, penyampaian kritik melalui Medsos berisiko tinggi bagi lembaga,, profesi bahkan bagi diri hakim sendiri.

“KY sepakat perlu dilakukan pembinaan, bukan memberikan sanksi,” kata Farid, di Jakarta, Minggu (29/10/2017).

Pembinaan dimaksudkan agar hakim paham dan sadar bahwa sebagai hakim terikat kode etik yang mewajibkan untik bersikap arif dan bijaksana.

Pembinaan juga dalam upaya untuk menjaga kehormatan dan keluhuran martabat hakim.

“Pernyatan yang diucapkan seorang hakim sebaiknya tidak berpotensi merugikan diri sendiri, institusi dan profesi. Bijaklah dalam menggunakan Medsos dengan mengacu pada prinsip “berpikirlah sebelum memposting sesuatu di media sosial”.”

PENERAPAN KEPPH

Farid mebjelaskan salah satu upaya sinergi bersama antara KY dan MA (Mahkamah Agung) dalam memberikan pembinaan dalam rangka meningkatkan pemahaman kepada hakim, agar bijak menggunakan Medsos dengan memberikan pelatihan Penerapan KEPPH (Kode Etik Pedoman Perilaku Hakim) dalam Medsos.

“Kegiatan ini telah dilakukan tiga kali. Terakhir, KY dan MA telah melaksanakannya di PTA (Pengadilan Tinggi Agama) Banjarmasin, Kamis-Jumat (26-27/10). Harapannya, agar hakim lebih berhati-hati dalam memposting pernyataan atau pendapat di media sosial. Hakim terikat kode etik untuk menjaga kemuliaan profesinya,” harap Farid.

(ahi/sir)