Friday, 23 August 2019

Produsen Otomotif Korea Diminta Tingkatkan Investasi di Indonesia

Minggu, 29 Oktober 2017 — 8:41 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menunjukkan miniatur mobil Wuling kepada Duta Besar Korea untuk Indonesia, Taiyoung Cho ketika melakukan pertemuan di Kementerian Perindustrian.(Ist)

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menunjukkan miniatur mobil Wuling kepada Duta Besar Korea untuk Indonesia, Taiyoung Cho ketika melakukan pertemuan di Kementerian Perindustrian.(Ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Produsen otomotif Korea Selatan diminta meningkatkan investasi di Indonesia. Kementerian Perindustrian mengungkapkan,  selama ini perusahaan kendaraan asal Negeri Ginseng tersebut, Hyundai Motor Corporation (HMC) hanya memiliki satu pabrik perakitan di Indonesia untuk memproduksi satu jenis mobil.

“Sebelumnya, kami telah berbincang dengan pihak Hyundai Motor. Mereka memang minat berinvestasi di Indonesia. Untuk itu, ketika bertemu dengan Bapak Dubes dari Korea, kami juga membahas tentang rencana ekspansi tersebut,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai menerima Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Taiyong Cho di Kementerian Perindustrian, baru-baru ini.

Menurut Menperin, industri otomotif merupakan salah satu sektor strategis yang menjadi tolak ukur dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hingga Juni 2017, penjualan mobil domestik mencapai 533.537 dan diproyeksikan sepanjang tahun ini sekitar 1,1 juta unit.

Kemudian, industri otomotif nasional juga akan meningkatkan performanya dengan menambah kapasitas produksi menjadi 2,2 juta unit per tahun.

Sedangkan, ekspor mobil hingga Juni 2017 mencapai 113.269 unit dan ditargetkan sampai akhir tahun ini sebanyak 200 ribu unit. “Pada tahun 2015 kita sudah surplus 466 juta dolar AS, dan akhir tahun 2016 meningkat menjadi 600 juta dolar AS. Jadi kita sudah menjadi net exporter dari sektor otomotif,” imbuhnya.

Potensi Bagus

Airlangga menjelaskan, Indonesia memiliki potensi bagus untuk pengembangan manufaktur otomotif skala global. Hal ini karena pangsa pasarnya yang terbesar di Asia Tenggara dengan kontribusi sepertiga total permintaan pasar ASEAN atau senilai 1 triliun dolar AS dari 2,3 triliun dolar AS.

“Kekuatan ini dapat dijadikan sebagai basis produksi bagi pabrikan untuk memenuhi kebutuhan domestik atau ekspor,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, industri otomotif juga didukung oleh 1.500 perusahaan komponen di dalam negeri mulai lapis pertama hingga ketiga.

“Saat ini, jumlah tenaga kerja kita di sektor otomotif mencapai satu juta orang. Apabila digabung dengan industri pendukungnya, bisa lebih dari lima juta tenaga kerja,” ungkap Airlangga.

Bagi investor yang ingin mengembangkan usahanya di Indonesia,  Kemenperin telah memfasilitasi pembangunan kawasan industri bagi investor otomotif.(Tri)