Saturday, 25 November 2017

Kerjasama dengan Interpol

Bos PT Allianz Life Indonesia Akan Dijemput Paksa

Senin, 30 Oktober 2017 — 12:16 WIB
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan.(yendhi)

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan.(yendhi)

JAKARTA (Pos Kota) –  Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan interpol untuk melakukan penjemputan paksa terhadap tersangka Joachim Wessling yang merupakan bos PT Allianz Life Indonesia.

Meski hanya menyebut Joachim masih berada di luar negeri tanpa menyebut lokasi, namun dari data yang dihimpun bos Allianz Life Indonesia tersebut saat ini tengah berada di Hongkong.

“Pokoknya gini, kita sudah lakukan tahapan-tahapan itu sesuai KUHAP, nanti tinggal kita tindak lanjuti dengan gunakan mekanisme yang disampaikan tadi, seperti melalui interpol dan lain-lain,” kata Adi saat ditemui di Polda Metro Jaya, Senin, (30/10/2017).

Seperti diketahui, setelah ditetapkan sebagai tersangka Joachim sempat mangkir dua kali yakni pada pemeriksaan 12 Oktober 2017 dan 26 Oktober 2017.

Dari data yang diperoleh dari pihak imigrasi Joachim belum memasuki Indonesia.

“Keberadaannya di luar negeri. Info dari temen penyidik bahwa tak ada data imigrasi yang menunjukkan dia masuk ke Indonesia,” tuturnya.

Adi juga belum mengetahui sejak kapan Joachim berada di luar negeri yang pasti dari imigrasi tidak menyebutkan Joachim belum pernah masuk ke Indonesia sejak ditetapkan sebagai tersangka.

“Dia masih ada di Asia. Karena dia sudah pindah kerja, dia bukan di Allianz lagi, tapi di perusahaan asuransi lain,” tandasnya.

Terhadap Joachim penyidik akan menggali seputar tugas, tanggungjawab, dan kewenangan serta kebijakan yang keluarkan oleh bos PT Allianz Life Indonesia itu terkait hubungan pihak asuransi dengan kliennya.

Dalam kasus ini, Manajer Klaim PT Allianz Life Indonesia Yuliana Firmansyah juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Joachim dan Yuliana diduga telah melanggar pasal dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen karena diduga mempersulit proses pencairan klaim biaya perawatan rumah sakit.

Laporan terhadap Joachim dan Yuliana tertera dalam Laporan Polisi Nomor: LP/1645/IV/2017/Dit. Reskrimsus tertanggal 3 April 2017. Selain itu juga tertera dalam Laporan Polisi Nomor: LP/1932/IV/2017/PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 18 April 2017. (Yendhi/tri)