Sunday, 23 September 2018

13 Jenis Bencana Ada di Banten, Tim Cek Kesiapan Alat dan Personel

Selasa, 31 Oktober 2017 — 10:51 WIB
Wakapolda Banten Kombes Pol Tomex Korniawan diatas perahu karet.(haryono)

Wakapolda Banten Kombes Pol Tomex Korniawan diatas perahu karet.(haryono)

SERANG (Pos Kota) – Mengantisipasi terjadi bencana alam, Kepolisian Daerah Banten bersama instansi terkait menggelar apel siaga sekaligus pemeriksaan peralatan bencana alam yang digelar di Mapolda Banten, Selasa (31/10/2017).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten, Sumawijaya mengatakan Provinsi Banten masuk ke dalam daerah rawan bencana di tingkat nasional. Dari 14 jenis bencana, 13 diantaranya ada di Provinsi Banten. Dari 130 kelurahan dan desa dua diantaranya ada di Banten yakni Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.

Mulai dari banjir, longsor, banjir genangan, kekeringan, puting beliung, tsunami, gunung berapi, penyakit epidemik, gelombang tinggi, termasuk bencana sosial seperti kelompok radikal.

“Dalam menghadapi potensi bencana tersebut kita ingin ada kesiapsiagaan baik dari aiai alat maupun manusianya,” Sumawijaya, usai mengikuti apel.

Dua wilayah yang mendapat predikat zona merah di Banten sendiri adalah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang yang kerap terjadi banjir dan bencana longsor. “Zona merah itu artinya bisa terjadi bencana sewaktu-waktu tidak terduga,” paparnya.

Sumawijaya menambahkan pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah di 1.551 desa dan kelurahan di Banten. “Kita prioritaskan daerah potensial bencana seperti banjir, longsor, kekeringan untuk kita beri pelatihan penanggulangan bencana dengan membentuk Satgas Desa dan Desa Tangguh.”

Di tempat yang sama, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Banten Kombes Pol Tomex Korniawan mengatakan polri siap membantu BPBD Provinsi Banten dan instansi terkait dalam penanggulangan bencana di daerah. “Badan Penanggulangan Bencana sebagai leading sector, tapi kita siap menerjunkan personel maupun peralatan untuk membanu masyarakat terutama korban evakuasi dan kegiatan lain penyelamatan korban,” kata dia.

Acara gelar pasukan yang diikuti dari unsur personel Brimob Polda Banten, BPBD Banten, Dit Polair Polda Banten, TNI, Basarnas dan Pol PP untuk melihat kesiapan kembali dalam penanganan bencana.

“Kita ingin lihat kesiapan pasukan. Untuk wilayah terutama di Pandeglang dan Lebak. Sebab tipologi wilayah sangat rawan. Ini bagian kita bersinergi dalam penanggulangan bencana,” ujar Wakapolda.

(haryono/sir)