Friday, 21 September 2018

Fahira Idris: Anies-Sandi Tutup Alexis Jadi Catatan Sejarah Jakarta

Selasa, 31 Oktober 2017 — 19:50 WIB
Wakil Ketua Komite III DPD RI,Fahira Idris (ikbal)

Wakil Ketua Komite III DPD RI,Fahira Idris (ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Dukungan terus mengalir kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno yang menutup kegiatan Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis di Jalan Martadinata, Kelurahan Pademangan, Jakarta Utara.

“Saya tidak menyangka janji menutup Alexis bisa direalisasikan secepat itu,  Anies dan Sandi dalam merealisasikan janji kampanyenya,” terang Wakil Ketua Komite III  DPD (Dewan Perwakilan Daerah) Fahira Idris di Jakarta,  Selasa (31/10).

Senator asal Jakarta ini mengatakan sudah menjadi rahasia umum diduga kuat ada praktik yang melanggar hukum di hotel tersebut, tetapi dari gubernur ke gubernur tetap dibiarkan beroperasi.

“Ini (Keputusan Anies-Sandi menutup Hotel Alexis) akan menjadi catatan sejarah bagi Jakarta, dan menjadi peringatan bagi pengusaha hiburan malam lain agar jangan coba-coba menjadikan lokasi usahanya menjadi tempat prositusi dan peredaran narkoba,” katanya.

Fahira juga meminta Anies-Sandi mengabaikan pihak-pihak yang mengatakan bahwa penutupan Alexis akan mengurangi pendapatan daerah dari bidang kepariwisataan dan meminta penutupan Alexis ditinjau ulang.

“Tidak ada dampak yang berarti bagi PAD (pendapatan Asli Daerah) Jakarta dengan ditutupnya Alexis. Bahkan jika ada puluhan hotel seperti Alexis yang ditutup juga tidak akan ada dampak apa-apa bagi pemasukan DKI Jakarta. Sebab,  kata Fahira,  kontribusi pendapatan daerah  dari dunia hiburan tidak signifikan.

Sementara itu,  MUI mendukung langkah Gubernur Provinsi DKI Jakarta yang mengeluarkan surat keputusan tidak memperpanjang izin usaha Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis.

“Langkah tersebut sebagai bukti komitmennya untuk menjadikan kota Jakarta menjadi kota yang bebas dari praktik-praktik prostitusi dan praktik kemungkaran lainnya,,” Kata Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi di Jakarta,  Selasa (31/10).

MUI juga berharap bahwa kebijakan tersebut tidak hanya diberlakukan untuk hotel Alexis saja, tetapi semua hotel dan tempat hiburan lainnya yang menawarkan bisnis prostitusi dan perdagangan orang juga harus ditutup. (Johara/win)