Saturday, 21 September 2019

66 Pencuri Motor dan Mobil Ditangkap Polda Banten

Rabu, 1 November 2017 — 17:06 WIB
Mobil yang disita dari pencuri tengah diperiksa Wakapolda Banten

Mobil yang disita dari pencuri tengah diperiksa Wakapolda Banten

SERANG (Pos Kota) – Sebanyak 66 tersangka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) digulung tim reskrim jajaran Polda Banten sepanjang digelarnya Operasi Kejahatan Terhadap Kendaraan (Jaran) Kalimaya 2017.

Ke 66 tersangka curanmor itu terdiri dari 7 pencurian mobil dan 59 pencuri motor. Dari tersangka ini polisi mengamankan barang bukti berupa 20 mobil dan 119 motor hasil curian.

“Operasi Jaran Kalimaya 2017 ini kita gelar serentak jajaran Reskrim selama 14 hari dari 18 Oktober hingga 31 Oktober lalu,” ungkap Waka Polda Banten, Kombes Pol Tomex Korniawan kepada wartawan saat ekspose di Mapolda Banten, Rabu (1/11/2017).

Waka Polda menjelaskan Operasi Jaran merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun oleh jajaran reskrim untuk menekan angka curanmor. “Kami barangkat dari keresahan di masyarakat yang menderita kerugian akibat hilangnya barang berharga berupa roda dua dan roda empat. Maka kita lakukan operasi selama 14 hari dan berhasil menyita ratusan kendaraan hasil kejahatan,” katanya didampingi Direktur Reskrim Kombes Pol Aldrin Hutabarat.

Pelaku, kata Waka Polda, cenderung menggunakan alat-alat kejahatan konvensional. Mulai dari leter T, senjata tajam hingga senjata api untuk merampas kendaraan dari pemiliknya. “Kita akan terus amankan dan melakukan pengembangan secara continur(berlanjut). Pengakuan para tersangka masih banyak jaringan lain di luar sana yang masih berkeliaran,” kata Tomex.

Setelah ini, Waka Polda mengatakan pihaknya akan meregistrasi dan mencatat barang bukti kendaraan. Bagi masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan baik roda dua maupun roda empat dipersilakan untuk mengambil kendaraan dengan membawa bukti surat kepemilikan kendaraan. “Silakan masyarakat untuk mengambil kendaraannya jika memang ada,” kata Waka Polda.

Untuk pelaku, Waka Polda menambahkan akan memberikan sanksi berat dengan menggunakan hukuman maksimal. Sementara untuk para penadah pihaknya menggunakan Pasal 480 KUHP. (haryono/b)