Sunday, 22 July 2018

Anies Bangun Shelter di Kampung Akuarium, Nasdem: Itu Arogan

Kamis, 2 November 2017 — 16:45 WIB
Ketua Fraksi Nasdem di DPRD DKI Jakarta Bestari Barus (ist)

Ketua Fraksi Nasdem di DPRD DKI Jakarta Bestari Barus (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Niat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membangun shelter sebagian hunian sementara bagi warga Kampung Akuarium, Jakarta Utara dipandang Anggota DPRD DKI Bestari Barus sebagai bentuk arogansi.

Bestari menilai pembangunan shelter tersebut didirikan di atas lahan Pemprov DKI yang bukan diperuntukan sebagai pemukiman. Menurut Bestari, jika terdapat tempat pemukiman berarti menyalahi hukum yang ada.

“Itu kan arogansi kekuasaan. Sekalian aja buka lagi Alexis. Kalau yang gak boleh jadi boleh, ya Alexis buka aja lagi. Jangan jadi gubernur dan wagub suka-suka,” katanya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Utara, Kamis (2/11/2017).

Menurut politisi Partai Nasdem itu, langkah Anies membangun shelter bagi warga Kampung Akuarium juga bukan solusi tang tepat. Bestari memandang jalan keluar yang bersifat sementara itu akan menyulitkan Pemprov DKI di kemudian hari. Bestari lebih menyarankan agar Anies mempercepat pembangunan rumah susun.

“Perlu lebih solutif dibanding hanya hal-hal yang sementara. Semua orang di Jakarta kalau minta sementara kan repot. Berpikirlah lebih moderat lagi bagaimana mempercepat selesainya rusun-rusun. Jangan hanya beri solusi sementara terus yang nanti ujungnya buat kerumitan sendiri lagi. Jangan menyelesaikan persoalan dengabn persoalan,” tandasnya.

Lebih lanjut, eks tim kampanye Ahok-Djarot itu mengatakan Anies dan Sandi itu sebagai pencitraan diri. Bestari pun meminta agar Anies dan Sandi lebih mengorientasikan diri untuk bekerja. Bestari meminta agar meneruskan upaya Ahok revitalisasi Kampung Akuarium sebagai wisata Kota Tua.

“Ini bukan harinya lagi mencitrakan diri. Saya harap jangan mencitrakan lagi. Ini bukan era kampanye ini era kerja.  Sebaiknya Anies dan Sandi berpikir untuk melanjutkan itu. Dan Anies Sandi harus move on. Jangan karena melihat ini pekerjaan gubernur lama mau dibelokin,” pungkas Bestari. (ikbal/win)