Tuesday, 18 September 2018

Masakan di RM ‘Khas Jawa’ Pernah Dicicipi Jokowi

Kamis, 2 November 2017 — 1:16 WIB
Sukarli

Sukarli

JANGAN pernah menyerah atas kegagalan. Teruslah berusaha untuk bangkit. Prinsip ini yang dipegang teguh oleh Sukarli sehingga ia kini meraih sukses di bidang kuliner. Sukarli adalah pemilik rumah makan ‘Khas Jawa’ di Jalan Pangeran Diponegoro, Batu, Malang, Jawa Timur.

Saking kesohornya racikan makanannya membuat orang nomor satu di negeri ini yakni Presiden Jokowi berkesempatan mampir untuk mencicipi . “Ya Bapak Presiden Jokowi pernah datang ke tempat rumah makan saya Oktober tahun lalu. Dia bilang masakan ini cocok untuk lidah orang Jawa,” tutur Sukarli dalam bincang-bincang dengan awak media Jelajah Gizi Nusantara, termasuk Pos Kota beberapa waktu lalu di rumah makan Khas Jawa sambil menunjukkan foto dirinya bersama Presiden Jokowi.

Sebetulnya masakan yang disajikan tidak jauh beda dengan rumah makan yang ada di wilayah Jawa Timur. Ada mendol (makanan berbahan baku tempe), menjes (sisa dari pembuatan tahu alias oncom), soto, cwie mie, sambal tumpang, krengsengan (berisi jeroan) dan lain-lain. Namun dibawah sentuhan istri Sukarli masakan tersebut menjadi maknyus.

Rumah makan Khas Jawa buka dari pukul 08:00 hingga 22:00 WIB. “Belum sampai jam 10 malam saja sudah habis,” cetus pria kelahiran tahun 1943 itu.

Dikatakan, yang makan di tempatnya dari berbagai golongan. Ada tukang becak, mahasiswa, karyawan hingga pejabat. “Harga tidak terlalu mahal. Kami mengutamakan rasa,” jelasnya.

MENGALAMI KEBANGKRUTAN

Awal berdirinya rumah makan Khas Jawa ini saat Sukarli mengalami kebangkrutan di usaha pembuatan tegel atau ubin pada tahun 1985. “Ada sembilan perusahaan saya bangkrut semua. Namun saya tidak putus asa. Ini mungkin cobaan dari Allah Swt,” kisahnya.

Hingga pada suatu ketika sang istri membuatkan masakan buat mertuanya. Ternyata masakan itu kata mertua sangat cocok untuk lidah orang jawa. Tidak terlalu asin dan ada pedesnya. “Saya lalu coba-coba buka usaha rumah makan dan ternyata makin hari terus meningkat. Banyak yang makan disini,” jelasnya.

Setelah rumah makan ‘Khas Jawa’ yang dibukanya laris banyak para tetangga latah untuk membuka rumah makan di sepanjang Jalan Diponegoro, Batu. “Dulunya cuma ada tiga. Sekarang ada ratusan. Banyak yang minta saya untuk buka cabang. Tapi saya tidak mau. Cukup di sini saja,” ujar Sukarli yang mengaku keahliannya sebetulnya dibidang elektro.

Sukarli yang diberkahi lima anak kini semuanya sudah sukses di masing-masing bidang pekerjaan. “Saya bersama istri saja yang mengelola rumah makan ini dengan karyawan belasan orang ini,” jelasnya sembari merahasiakan omsetnya. (bu/ird)