Saturday, 25 November 2017

REKLAMASI

Kamis, 2 November 2017 — 7:24 WIB

Oleh H Harmoko

BISAKAH Gubernur Anies Baswedan tetap bersikukuh menolak proyek reklamasi di Teluk Jakarta sesuai dengan janji kampanyenya? Atau, akan terjadi kompromi-kompromi?

Di luar urusan bisnis, kita juga harus melihat bahwa proyek reklamasi sebenarnya terkait dengan masalah kedaulatan bangsa Indonesia. Seperti banyak orang menilai, proyek ini berpotensi mengancam kedaulatan bangsa kita, baik secara fisik maupun ekonomi dan budaya.

Secara geopolitik, reklamasi Teluk Jakarta tidak bisa dipisahkan dari mata rantai ketahanan ekonomi dan budaya bangsa Indonesia. Sejak berabad-abad silam, Teluk Jakarta merupakan jalur perdagangan yang sangat strategis.

Untuk menghancurkan dominasi itu, pihak asing utamanya korporasi Cina harus melakukan penguasaan fisik kawasan tersebut. Cara yang ditempuh pun sangat ciamik, menggunakan taipan-taipan lokal dengan dalih merevitalisasi pantai agar lebih produktif sesuai dengan kemajuan zaman.

Yang banyak orang tidak tahu, ini yang harus kita waspadai, taipan-taipan lokal itu membawa misi pihak RRC. Singkatnya, reklamasi merupakan upaya RRC untuk menguasai wilayah maritim Indonesia. Banyak pihak, utamanya pemerintah pusat hanya menganggap proyek ini berdasarkan keuntungan ekonomi belaka.

Soal nasib nelayan, misalnya, juga disikapi dengan pendekatan ekonomi bahwa mereka akan diberi kompensasi materiil, mengabaikan hal di luar ekonomi bahwa yang mereka butuhkan sebagai nelayan adalah pantai sebagai habitat kehidupannya.

Mudah-mudahan banyak orang bisa segera terbuka pemahamannya bahwa RRC tak akan berhenti untuk menggolkan program jangka panjangnya untuk menghadapi negara-negara Barat dan menjadikan Indonesia sebagai alat.

Selain dari sisi ekonomi, kita juga harus cerdas membaca bahwa proyek reklamasi akan menurunkan nilai-nilai spiritual kota Jakarta. Bukankah nilai-nilai spiritual kota Jakarta berada di kawasan pantai Jakarta? Di sana ada jejak spiritual Islam yang ditandai dengan makam Habib Alaydrus di Luar Batang.

Mengingat hal itu, apa pun bentuk tekanan kepada Gubernur Anies, janji kampanye sudah sepantasnya dipertahankan tanpa ada kompromi. Itu harapan rakyat Jakarta. Mudah-mudahan. *