Saturday, 17 August 2019

Di Pengadilan, PKL Jualan di Trotoar Dihukum Denda Rp300 Ribu

Jumat, 3 November 2017 — 16:32 WIB
Puluhan pedagang kaki-5 dan pemilik kendaraan yang parkir liar diadili dalam sidang tipiring di PN Jaksel, (Rachmi)

Puluhan pedagang kaki-5 dan pemilik kendaraan yang parkir liar diadili dalam sidang tipiring di PN Jaksel, (Rachmi)

JAKARTA (Pos Kota) – Sempat menyangkal berjualan di trotoar, Andi Warsito, dihukum membayar denda Rp300 ribu dalam sidang tipiring di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jumat (3/11). Dalam sidang yang diajukan Satpol PP,  total denda terkumpul Rp9,1 juta dari 53 pelanggar yang mayoritas pedagang kaki lima (PKL).

Pedagang buah yang membuat sejumlah rak dari kayu di atas trotoar di kawasan Lebak Bulus, Cilandak ini awalnya tidak mengaku dirinya berjualan di fasilitas umum. Tapi, saat petugas memperlihatkan foto dagangannya ke Hakim Ratmoni yang memimpin sidang, ia tertunduk lesu.

Oleh hakim, Andi harus membayar denda Rp300 ribu. Namun pedagang ini berupaya menawar denda tersebut lantaran keuntungan per hari tidak sampai Rp300 ribu.

“Dagang kini makin sepi. Untung nggak seberapa tapi divonis bayar denda Rp300 ribu. Yah, beginilah nasib pedagang kecil yang hanya mampu dagang di jalan,” keluhnya seraya menarik napas panjang.

Wakil Walikota Jaksel, Arifin didampingi Kasatpol PP Jaksel, Ujang Hermawan dan Kasie Operasional Satpol PP Jaksel menjelaskan sidang tipiring sesuai Perda No 8 tahun 2007 tentang ketertiban umum bertujuan agar para pelanggar jera dan tidak mengulangi lagi perbuatannya.

“Trotoar bukan tempat untuk berdagang maupun parkiran, sehingga pelanggar harus dihukum supaya mereka disipilin,” kata Arifin.

Ujang Hermawan, Kasatpol PP Jaksel menjelaskan dari hasil Bulan Tertib Trotoar (BTT) di 10 kecamatan, pihaknya menggelandang 81 pelanggar dengan mayoritas PKL dan parkir liar.

“Dalam sidang tipiring hari ini, dari 81 pelanggar ada 53 yang hadir dengan total denda Rp9,1 juta dengan denda bervariasi mulai Rp150 ribu hingga Rp300 ribu. Sisanya dihukum verstek,” ungkap Ujang.

Sebelumnya pada 6 Oktober lalu, 101 PKL dan pengendara motor dihukum membayar denda dengan total Rp19,5 juta. (Rachmi/win)