Saturday, 25 November 2017

Menunggu Penyidikan Polisi Tekait Dugaan Korupsi Reklamasi

Sabtu, 4 November 2017 — 6:30 WIB

DI tengah masih terjadinya kontroversi soal reklamasi, Polda Metro Jaya menengarai adanya indikasi korupsi dalam reklamasi.

Seperti dikatakan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Argo Yuwono, Jumat ( 3/11/2017), bukti permulaan indikasi adanya korupsi sudah ditemukan. Namun, Argo belum merinci pelaku korupsi dan berapa kemungkinan kerugian negara yang diakibatkan.

Hanya dijelaskan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah menaikkan status penyelidikan reklamasi Teluk Jakarta menjadi penyidikan.

Peningkatan status dilakukan setelah gelar perkara kasus ini bulan lalu dan menemukan alat bukti pendukungnya.

Yang pasti, kata Kombes Argo, pelaku dapat dikenakan Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dari pernyataan ini, dapat diasumsikan soal reklamasi tidak saja menarik perhatian karena adanya kontroversi sudut pandang soal manfaat reklamasi. Instansi yang satu dan lainnya terkesan beda penafsiran dalam mengkaji reklamasi.

Kita dapat memahami beda rumusan penafsiran terjadi karena berbeda dalam fokus kajian. Ini sebenarnya sah-sah saja, sepanjang tidak tersembunyi latar belakang kepentingan.

Rumusan kajian sebagai masukan bagi pemerintah sebelum mengambil lebijakan sangat diperlukan. Yang penting, inti muara dari kajian tersebut untuk kepentingan rakyat, bukan lebih kepada kepentingan bisnis semata.

Kita berharap kajian soal reklamasi segera dapat dituntaskan, begitu pun ketegasan sikap pemerintah dalam mengambil kebijakan segera difinalkan.

Begitu juga masyarakat sangat berharap agar dugaan korupsi terkait kasus reklamasi segera dibuka transparan hingga terungkap siapa aktor intelektualnyan.

Kami meyakini Polda Metro Jaya yang menyidik kasus ini akan lebih teliti dan esktra hati-hati mengingat soal reklamasi menarik perhatian masyarakat.

Penanganan kasus ini tentu murni karena ditemukan dugaan adanya pelanggaran hukum, bukan karena latar belakang yang lain.

Di sinilah poin penting dari profesionalisme kepolisian dalam menjalankan amanat undang – undang.

Yang jelas, publik menunggu penyidikan polisi soal dugaan korupsi terkait reklamasi. Publik sangat mengapresiasi hasil kerja polisi.(*).