Wednesday, 25 April 2018

Punya Bini Karyawan Karaoke Kok Marah Bini Dibopong Tamu

Sabtu, 4 November 2017 — 6:46 WIB
gendong

JADI pemandu lagu di karaoke harus siap jika dicolak-colek orang. Tapi Setya, 30, dari Malang ini beda. Dia tak terima Novanti, 26, bininya malah dibopong orang saat mabuk. Pengunjung karaoke itu dilabrak, dan bukan hanya itu. Paginya dia langsung gugat cerai ke Pengadilan Agama Malang.

Dapat buah yang baru jatuh dimakan codot pastilah kotor. Beda dengan buah yang diperoleh dari toko buah, pasti bersih. Begitulah analogi orang ketika mencari istri. Bila memperoleh istri di tempat hiburan malam, jangan harap dia bisa jadi ibu rumahtangga yang baik. Tapi bila istri itu anak ustadz, setiap hari pakai kerudung, dijamin takkan dapat “duren” sisa codot.

Sebagai anak muda “jaman now”, Setya yang tinggal di Malang ini suka juga main karaoke. Tapi dia tidak main sendiri di rumah, melainkan ngelayap ke tempat-tempat hiburan malam di kotanya. Awalnya ke situ dia diajak teman-teman. Tapi setelah tahu asyiknya main karaoke di tempat remang-remang dengan ditemani cewek-cewek cantik, dia berani jalan sendiri tinggalkan teman-temannya.

Dari petualangannya di tempat karaokean, akhirnya Setya kecantol sama Novanti pemandu karaoke yang cantik, bodinya seksi menggiurkan laksana gitar Spanyol. Dia ingin sekali mempersuntingnya. Maklum, selama ini dia hanya kenyang mencolek-colek, tidak sampai mencolok-colok. Bila sudah jadi istrinya, mau dicolek, mau dicolok kan bebas merdeka takkan ada yang ngelarang.

Berkat keahlian lobi-lobi, akhirnya Novanti siap dipersunting jadi bininya Setya. Tapi meski sudah menjadi suami istri, Setya tak melarang istrinya terus bekerja di tempat karaoke. Maklum, penghasilan dia sendiri tidak terlalu menjanjikan. Maka hanya satu pesannya, harus bisa menjaga diri. Maklum, istrinya yang cantik dan seksi itu di tempat karaoke bisa dijadikan musuh bersama.

Ada kesibukan lain yang kini jadi sebuah rutinitas. Setiap jam 00.00 Setya harus menjemput istri ke tempat kerja. Jadi seperti tukang ojek, hanya ini tidak online dan tanpa aplikasi. Paling-paling emosi. Soalnya jika pulang sering mendapatkan leher istrinya ada noda-noda cupang. Sadar akan profesi istri, Setya harus menghibur diri, “Nggak apalah kalau hanya seputar kelurahan, asal jangan sampai balaikota.”

Tapi pengalaman beberapa hari lalu sungguh menyakitkan. Pas dia menjemput, ditemukan Novanti dalam kondisi mabuk. Yang sungguh bikin sepet mata, ada seorang tamu membopong istrinya dengan penuh penghajatan, sepertinya sedang memanfaatkan peluang yang ada. Kontan Setya marah dan lelaki itu dilabraknya. Untung tidak sampai terjadi insiden, karena berhasil dilerai Satpam dan pengunjung lain dengan baik.

Tapi di rumah Novanti habis dicuci oleh suaminya. Rupanya terjadi deadlock, karena Novanti tak mau juga meninggalkan tempat kerjanya. Ketimbang pusing punya bini dibuat “mek-mekan” lelaki lain, esuk paginya Setya menggugat cerai ke Pengadilan Agama Malang. “Aku masih muda dan nggak jelek-jelek amat, cari bini yang cantik juga masih bisa,” kata Setya seakan sesumbar.

Tapi cewek sekarang, isi kantong lebih penting ketimbang si entong. (JPNN/Gunarso TS)