Saturday, 22 September 2018

Usai Santap Bubur, Puluhan Warga Sukabumi Keracunan

Minggu, 5 November 2017 — 18:12 WIB
Wakil Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi saat menjenguk puluhan warganya diduga keracunan makanan.

Wakil Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi saat menjenguk puluhan warganya diduga keracunan makanan.

SUKABUMI (Pos Kota) – Kasus keracunan massal di Sukabumi kembali terjadi. Kali ini, puluhan warga Kelurahan/Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Jawa Barat terkapar diduga usai menyantap bubur ayam, Minggu (5/11/2017).

Umumnya, mereka hampir bersamaan merasakan gejala keracunan seperti mual, muntah, hingga buang air besar. Puluhan korban kini Korban keracunan sudah mendapatkan penanganan medis di dua rumah sakit, yakni di RSUD R Syamsudin SH dan RSUD Almulk.

Wakil Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menyebutkan, jumlah sementara warga yang keracunan 21 orang. Dari jumlah itu, 17 orang ditangani di RSUD Syamsudin dan 4 orang dirawat di RSUD Almulk Lembursitu.

“Sebagian besar korban keracunan adalah orang dewasa sudah pulih dan diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing. Kasus ini merupakan status kejadian luar biasa (KLB). Semua pembiayaan ditanggung pemerintah,” ungkap Fahmi usai menjenguk para korban keracunan di RSUD R Syamsudin SH.

Ketua Tim Penanganan Informasi dan Keluhan RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi Wahyu Handriana para pasien yang datang mulai pagi hingga sore mengalami gejala seperti muntah-muntah, menceret hingga dehidrasi.

“Pengakuan pasien itu mengalami gejala keracuan setelah menyantap bubur ayam. Sampel makanan dan muntahan telah diambil oleh petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukabumi untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya keracunan,” ujarnya.

Ratih, 31, ibu dari anak yang diduga keracunan bubur ayam mengira awal anaknya hanya masuk angin. Sebab, anaknya bernama Endsel, 3, mengalami mual dan terlihat lemas sekira pukul 10. 00 WIB, setelah paginya menyantap bubur ayam.

Memang anak saya diberi makan bubur ayam yang di dekat rumah pada Minggu sekitar pukul 07.30 WIB. Pukul 10.00 WIB mengalami gejala keracunan. Ternyata bukan hanya anak saya, ada warga lainnya juga yang mengalami hal serupa,” jelasnya.

Kini, Ratih sudah bisa bernapas lega. Sebab, setelah mendapatkan perawatan medis di RSUD R Syamsudin SH kondisi anaknya mulaih berangsur-angsur pulih. (sule/b)