Thursday, 23 November 2017

Anak Pembantu Mirip Ibunya Rahasia Masa Lalu Terkuak

Senin, 6 November 2017 — 5:15 WIB
mirip

SKANDAL majikan – pembantu terjadi 15 tahun lalu. Tapi begitu bocah itu mirip dirinya, Sriyanti, 45, berterus terang pada suami bahwa bocah itu hasil mesum dengan pembantunya dulu. Ternyata Joko, 50, justru jadi stroke dadakan. Bahkan anak-anak juga mengusir ibunya. Kejujuran yang harus dibayar mahal.

Sebuah rumahtangga yang selalu berjauhan antara suami-istri, sangat tidak baik. Terutama jika ketemu setan lewat. Rasa sepi yang mendera baik istri maupun suami, bisa berbuat yang di luar akal sehat. Ada majikan yang kemudian hamili pembantu. Ada pula pembantu yang menghamili majikan. Jika sedang berbuat “ora urus” memang orang bisa lupa akan status.

Ini kisah 15 tahun lalu, ketika pasangan Joko-Sriyanti masih muda belia. Kala itu ekonomi mereka kurang menggembirakan, sehingga Joko memilih jadi TKI di luar negeri. Lebih dari 3 tahun mereka berpisah. Soal benggol (uang) sih selalu lancar, tapi yang namanya bonggol? Ini yang paling susah. Soal mobil atau motor, bisa pinjam orang. Tapi soal bonggol, bagaimana cari rentalnya?

Sriyanti memang sering kesepian sejak ditinggal suami jadi TKI. Kebetulan dia punya pembantu lelaki, Legiman, 28, -waktu itu- yang juga ikut tinggal bersamanya, di Rungkut. Kepadanyalah istri Joko ini mencari kehangatan malam. Awalnya Legiman kikuk juga menghadapi tawaran majikan yang sangat menjanjikan itu. Tapi karena Sriyanti selalu mensuport dan memotivasi, maka dengan awalan kata “nuwun sewu Bu” semuanya bisa terjadi.

Keduanya ternyata ke sononya jadi sama-sama ketagihan, sehingga lupa akan akibatnya. Dan itu benar-benar terjadi. Ketika Sriyanti hamil, bingunglah mencari solusinya. Maka Sriyanti, Legiman dan istrinya membuat kesepakatan bersama: bayi itu akan dirawat istri Legiman. Untuk menghilangkan jejak, Legiman membawa bayi itu ke Kalimantan bersama istrinya. Biaya hidup sehari-hari mereka ditanggung Sriyanti lewat transveran bank.

Lima belas tahun kemudian Legiman ke Surabaya, membawa bayi yang kini sudah jadi gadis ABG. Kaget sekali Sriyanti, karena bocah itu mirip sekali dengan dirinya. Suami juga kaget, tapi susah untuk dirumuskan. Karena jadi beban mental bagi Sriyanti, akhirnya dia berterus terang kisah kelabu 15 tahun lalu itu.

Ternyata yang diperoleh bukan kedamaian, justru api membara dalam rumahtangga Joko-Sriyanti. Soalnya Joko langsung stroke, untungnya tanpa vertigo. Bahkan anak-anak kemudian mengusir ibu sendiri dari rumahnya, karena menganggap ibunya terlanjur kotor tak bisa dibersihkan dengan rinso atau sabun colek B-29.

Kini beban Sriyanti demikian berat. Menunggui sakit suami di Rumah Sakit, tapi tak diakui oleh anak-anak sendiri. Tekadnya, apapun yang terjadi nanti dia akan menyusul ke Kalimantan, mencari putrinya yang kini masih dalam asuhan Legiman. Jika anak-anak tak bisa menerima dirinya, okelah karena itu memang salah Sriyanti. Tapi anak “lembu peteng” (di luar nikah) yang kini tinggal di Balikpapan, semoga bisa menerima dirinya. Hanya itulah satu-satu harta miliknya kini.

Asyiknya hanya sebentar, rumahtangga jadi bubar. (JPNN/Gunarso TS)