Saturday, 25 November 2017

Antisipasi Ancaman DBD

Senin, 6 November 2017 — 4:59 WIB

MINGGU, 5 November 2017, sebagian besar warga Jakarta menggelar kerja bakti. Pagi sekitar pukul 07:30, warga bergerak bersama-sama membersihkan lingkungan permukimannya.

Potret ini antara lain terjadi di Kemayoran, Jakpus. Di Kelurahan, Serdang, misalnya, dari pagi hingga siang warga bahu-membahu mengeruk got, menguras saluran, menyapu jalanan, memunguti sampah atau mengubur botol/kaleng dan sejenisnya.

Warga sadar sekarang sudah mulai masuk musim penghujan. Bahkan sehari sebelumnya Jakarta diguyur hujan besar dan sejumlah wilayah terendam. Di saat seperti ini biasanya telur nyamuk aedes aegypti yang sudah diletakkan di satu tempat begitu terkena air segera menetas dan tak lama kemudian menjadi dewasa.

Nyamuk aedes aegypti bila tidak diantisipasi akan menjadi momok bagi kehidupan warga karena menebarkan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Karena itu kerja bakti dengan menguras, menutup dan mengubur (3M) plus memanfaatkan kembali barang bekas yang memiliki potensi untuk menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk pembawa penyakit DBD harus terus digelorakan.

DBD merupakan penyakit yang bisa membuat suhu tubuh penderita menjadi sangat tinggi dan pada umumnya disertai sakit kepala, nyeri sendi, otot, tulang, dan nyeri di bagian belakang mata.

Semua pihak tidak boleh lengah menghadapi berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti pembawa penyakit DBD. Sekadar diketahui, pada Januari 2017, penderita DBD di Jakarta sempat melonjak.

Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, awal 2017 kasus DBD naik 30 persen dari tahun sebelumnya yang cuma 611 kasus. Paling banyak terjadi kasus DBD saat itu di wilayah Jaktim.

Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sebenarnya sudah lama dimasyarakatkan, tapi kejadian DBD belum sepenuhnya hilang. Malah saat ini di Kecamatan Cengkareng ada tiga kelurahan yang kasus DBD-nya tergolong tinggi. Merebaknya kasus DBD bisa ditekan tentu bila masyarakat berpartisipasi aktif menjalankan PSN.

Berikan perhatian lebih terhadap sumber berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti seperti ember, kaleng, botol, dispenser, pot bunga, saluran air yang tertutup, got, wadah penampungan air, dan lainnya. Jangan lengah dan antisipasi ancaman DBD. @*