Thursday, 23 November 2017

Ini Alasan Pengendara Gunakan Rotator dan Sirine

Senin, 6 November 2017 — 14:02 WIB
Razia Rotator

JAKARTA (Pos Kota) – Selama 26 hari mengelar operasi kendaraan yang menggunakan rotator dan sirene sejak 11 Oktober 2017 lalu, masih ada saja kendaraan yang terjaring dan dipaksa untuk langsung mencopot ditempat karena tanpa hak memasang rotator dan sirene.

“Hari ke 26 ini ada enam pengendara yang ditilang. Jika dilihat dari hari sebelumnya ada penurunan hingga 40 persen dengan 10 pengendara yang ditilang,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pagarra saat dikonfirmasi, Senin, (6/11/2017).

Selama menggelar razia, tercatat sebanyak 563 pengendara yang ditilang karena menggunakan rotator dan sirine tanpa hak, sedangkan 30 kendaraan lainnya hanya dikenakan teguran.

Sementara menurut Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, pemilik kendaraan yang sengaja memasang lampu isyarat dan sirine karena ingin mendapatkan prioritas saat berkendara dijalanan. Sedangkan alasan saat tertangkap umumnya berasalan lupa mencopot.

“Alasannya lupa nyopot (rotator san sirine), kemudian dia ingin agar tak ketahan petugas (tidak terkena razia). Mungkin biar dapat prioritas di jalan,” ujar Budiyanto.

Kegiatan serupa masih akan terus dilakukan sebab kendaraan yang diperboleh menggunakan rotator dan sirine telah diatur dalam undang-undang.

Operasi ini dilakukan karena banyaknya keluhan masyarakat yang merasa terganggu dengan banyaknya pengendara yang tanpa hak menggunakan rotator dan sirene bahkan tidak jarang selalu ugal-ugalan dijalanan.

Penindakan ini dilakukan serentak oleh jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya selama satu bulan sejak 11 Oktober 2017 hingga 11 November 2017 mendatang.

(yendhi/sir)