Wednesday, 18 September 2019

Setelah Pembantu Dibunuh, Begini Reaksi Adik Ipar

Senin, 6 November 2017 — 15:07 WIB
barang bukti olah TKP ulang Inafis Polres menyita dua obeng sama selimut (Angga)

barang bukti olah TKP ulang Inafis Polres menyita dua obeng sama selimut (Angga)

DEPOK (Pos Kota) – Pihak keluarga korban Samsiah (40), korban pembunuhan di Perumahan Pesona Mungil II, Sukmajaya, Kota Depok, sangat terpukul dan merasa kehilangan.

Bukhori (40), adik ipar korban, mengatakan dirinya merasa syok dan kaget mendapat kabar bahwa kakak iparnya tersebut tewas mengenaskan diduga dibunuh oleh orang lain di dalam kamar tidurnya.

“Pagi ini rencana mau berangkat kerja buruh bangunan ke Ciledug dari rumah daerah Cibubu. Tapi,  sempatin mampir ke rumah tempat kerja kakak ipar itu. Sesampai di lokasi mendapat kabar bahwa kakak saya sudah meninggal. Kaki saya langsung lemes mendengar informasi tersebut,” ujarnya kepada Poskota saat dikonfirmasi di ruang tunggu Tim Penyidik Polsek Sukmajaya, Senin (6/11) siang.

(BacaPembantu yang Dibunuh Bekerja di Rumah Rektor )

Pria berbadan kecil ini hanya terus menangis sesekali menyengat air matanya dengan tangan lantaran tidak kuasa kehilangan sang kakak yang dikenal sangat baik.

“Jika ada apa-apa termasuk butuh uang kakap ipar saya itu selalu meminjamkan. Orangnya sangat baik, saling membantu ke temen dan saudara. Tapi, kenapa takdirnya mengenaskan seperti ini,” katanya sambil sesekali menyekat matanya yang berlinang air mata.

Menurut dia, suami korban, Tarna bersama anak laki-lakinya yang masih duduk di bangku SMP di kampung Cianjur, sengaja belum dikasih tahun soal kematian korban.

“Takutnya jika dikasih tahu mengantisipasi orang tua takut syok  jika ada penyakit dalam. Karena itu kita menjaga setelah jasad selesai diotopsi di RS Polri Kramat. Jasad akan dibawa ke kampung halamannya,” tambah Bukhori.

Selain itu korban juga sedang keadaan hamil usia 4 bulan. Kandungan korban merupakan anak ketiganya, kalau dihitung semuanya. “Anak pertama meninggal, lalu tinggal kedua masih duduk di bangku SMP bersama bapak di Garut,” tambahnya.

Dari hasil penyelidikan petugas Inafis saat melakukan olah TKP dipimpin Kanit Identifikasi Polresta Depok AKP Heri, petugas melakukam olah TKP kembali.

“Petugas membawa dua buah obeng  sama satu selimut milik korban. Semoga petugas kepolisian cepat mengungkap kasus ini,” kata Bukhiri. (Angga/win)