Thursday, 23 November 2017

Eksekutif-Legislatif Jangan Cuma Basa-basi

Selasa, 7 November 2017 — 4:59 WIB

LEMBARAN baru pemerintahan Gubernur/wagub DKI Anies Baswedan-Sandiaga Uno dibuka dengan tidak hadirnya pejabat lama, Djarot Saiful Hidayat saat pelantikan pejabat baru. Djarot lebih memilih plesiran. Lembaran berikutnya, DPRD menolak digelarnya rapat paripurna menyambut gubernur baru yang akan menyampaikan pidato visi misi.

Ibarat bola liar yang menggelinding tak tentu arah, persepsi masyarakat pun terus berkembang. Sikap ‘dingin’ Dewan menyambut pejabat baru dinilai sebagai awal dari disharmoni antara eksekutif dengan legislatif. Awal pergantian pucuk pimpinan Jakarta, diwarnai dengan rasa pesimistis.

Kita memang tidak boleh berburuk sangka, menuding wakil rakyat yang terhormat masih setengah hati mengakui dan menerima pemimpin baru di Jakarta. Kita harus berbaik sangka, bahwa wakil rakyat banyak agenda acara, sibuk sehingga sidang paripurna sampai saat ini belum terlaksana. Bukan karena Dewan ‘jual mahal’.

Buktinya, Ketua DPRD DKI Prasetyo mengundang gubernur dan wakilnya diskusi yang dikemas dalam acara ‘coffee morning’ di kediamannya, Senin (6/11/2017) atau 20 hari setelah Anies-Sandi dilantik. Kesepakatan pun tercapai, sidang paripurna akan digelar secepatnya. Ini tentu patut kita apresiasi.

Harmonisasi antara pemerintah dengan Dewan, adalah kunci keberhasilan membangun daerah. Sebaliknya, hubungan ‘panas dingin’ justru akan menimbulkan petaka bagi kelangsungan pembangunan. Kalau sudah begini, rakyatlah yang dirugikan. Dan publik yang akan menilai, siapa yang menghambat pembangunan.

Era pilkada sudah selesai, kini saatnya semua elemen mendorong jalannya pembangunan di Ibukota demi kepentingan bersama. Siapa pun yang menjadi pemimpin di Jakarta, dia adalah gubernur untuk semua rakyat Ibukota dan punya kewajiban melayani rakyatnya.

Tapi bagaimana mungkin gubernur akan menjalankan berbagai program yang diusungnya bila hubungan komunikasi dengan wakil rakyat buruk. Pembahasan APBD bisa berlarut-larut, dan imbasnya program pembangunan tak mencapai target. Kita berharap, hubungan harmonis yang mulai terlihat, bukan cuma basa-basi belaka. Melainkan untuk kepentingan rakyat Jakarta. **