Wednesday, 15 August 2018

Dishub minta Rp35 Miliar Beli Motor Kawal Atlet Asian Games

Kamis, 9 November 2017 — 7:00 WIB
Kadishub DKI Andri Yansyah

Kadishub DKI Andri Yansyah

JAKARTA (Pos Kota) – Dinas Perhubungan DKI Jakarta meminta anggaran tambahan sekitar Rp35 miliar pada tabun 2018. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Andri Yansyah menyebut permintaan anggaran tersebut akan digunakan sebagai bagian dari persiapan gelaran Asian Games 2018 di Jakarta.

Andri menjelaskan permintaan anggaran tersebut dimasukkan ke dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD tahun 2018 yang saat ini dibahas di masing-masing komisi DPRD.

Anggaran sebesar Rp35 miliar itu disebut Andri akan digunakan untuk pengadaan kendaraan dinas operasional (KDO) tambahan. Menurutnya, Dinas perhubungan membutihkan tambahan kendaraan untuk melakukan pengawalan bagi atlet yang berlaga di Asian Games menuju venue olahraga.

“Nah pada saat pergerakan, dia (rombongan atlet) harus dikawal. Jangan sampai dia WO (walkout) gara-gara macet. Termasuk di dalamnya kita siapkan koridor khusus. Malu sekali (kita) kan kalau seumpamanya dia WO gara-gara macet,” ujar Andri di gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Lebih lanjut Andri menambahkan, terdapat 72 titik tempat atlet Asian Games menginap. Dari penginapan tersebut pengawalan bus yang membawa atlet akan dilakukan menuju venue pertandingan. Pengawalan atlet itu, disebutnya berdasarkan permintaan Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (Inasgoc).

Dikatakan Andri pihaknya belum menghitung jumlah kebutuhan kendaraan sepeda motor yang dibutuhkan. Namun ia memastikan jenis sepeda motor yang dibutuhkan berkapasitas mesin di bawah 250 CC. Setidaknya terdapat 13.000 personel Dishub DKI yang akan dilibatkan untul mensukseskan gelaran akbar se Asia itu.

Andri menegaskan setelah gelaran Asian Games berkahir, nantinya kendaraan dinas operasional yang dianggarkan itu akan disalurkan ke petugas Dishub di tingkat kecamatan sebagai kendaraan operasional.

“Setelah habis dari Asian Games kan bisa di pakai di Kecamatan. Jadi bisa efektif dan optimal,” tutup Andri.
(ikbal/sir)