Thursday, 23 November 2017

Jadi Bapak Pemakan Segala Emaknya Mau Anak Doyan

Kamis, 9 November 2017 — 6:36 WIB
terlauuuu

AGAKNYA Waskito, 56, memang lelaki pemakan segala. Bagaimana tidak, sudah mengawini emaknya, masih doyan juga pada anak tirinya, Ratri, 16. Orang diminta mengobati anak tiri, malah kemudian digauli berulang kali. Keruan saja bapak kandung Ratri tak terima, sehingga Waskito dilaporkan ke polisi.

Dalam dunia Ilmu Hewan, anjing bisa dikategorikan pemakan segala. Sebab dia daging tidak nolak, nasi bekas pakai sayur juga mau. Bahkan mie pangsit atau bubur ayam, anjing juga siap menyerbu. Nah, jika manusia apa-apa doyan, tidak perduli mana haram mana halal, apa kiranya boleh disetarakan dengan anjing? Nguuk, nguuuk, heh heh heh….

Waskito warga Kabupaten Malang, maaf kata bisa terpaksa disebut seperti segawon (anjing). Coba bayangkan, sejak 5 tahun lalu dia sudah jadi ayah pengganti, karena dia menikahi janda Markisah, 40, ketika anak bawaan istrinya itu baru berusia 11 tahun. Mestinya dia mampu memperlakukan ABG itu sebagai anak sendiri.

Yang terjadi bukan begitu. Ketika Ratri nampak sudah gede dan enak dipandang, justru dia pengin pula mencicipi. Mungkin dia berfikir, yang sudah tua saja masih enak, apa lagi yang masih muda begitu, pasti kriukkk kriukkk macam mentimun. Celakanya, setan tahu gagasan Waskito malah mendorongnya. “Bagus itu Bleh. Saya saja kalau bukan setan, pasti mau kok.” Begitu kata setan.

Belum lama ini Ratri kena sakit masuk angin. Di kamar Waskito menawari untuk bantu mengeroki.Ternyata ibunya mengizinkan. Kesempatan nih. Maka punggung Ratri yang terbuka itu lalu dikeroki pakai uang logam sampai merah-merah seperti zebra. Tapi ketika melihat punggung yang putih mulus tersebut, eh….ukuran celananya langsung berubah dari M ke XL.

Ketika ibunya pergi, langsung saja Ratri disergap. Bak Korut menyerbu Amerika, tak lama kemudian rudal balistik berhulu ledak itu sampai juga menjangkau Guam, jeggger! Ratri meringis, tapi Waskito merenges. “Jangan bilang sama emakmu ya.” Ancam ayah tiri itu setelah puas menunaikan hasratnya.

Lain hari pengin lagi, dan kembali gadis ABG itu digarapnya. Lain hari begitu pula, sehingga menggauli anak tiri menjadi sebuah rutinitas bagi Waskito. Tentu saja enak di dia, tapi neraka bagi Ratri. Maka diam-diam dia mengadu kepada bapak kandungnya. Sudah barang tentu si ayah marah dan Waskito dilaporkan ke Polsek Sumberpucung dan ditangkap.

Punya dua “kendaraan” bisa kena pajak progresif tuh. (JPNN/Gunarso TS)