Saturday, 25 November 2017

Honor Ketua RT/RW Naik Tingkatkan Pelayanan

Jumat, 10 November 2017 — 5:09 WIB

PEMPROV DKI Jakarta dan Komisi A DPRD DKI sepakat menaikkan honor atau insentif Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di DKI Jakarta. Tambahan honor ini diharapkan bisa menunjang kegiatan operasional mereka.

Honor Pak RT yang semula Rp1,5 juta/bulan menjadi Rp2 juta, sedangkan Ketua RW dari Rp2 juta menjadi Rp2,5 juta. Dana operasional jumantik juga naik dari Rp500 ribu menjadi Rp700 ribu. Ibu-ibu PKK yang semula tidak menerima dana tunjangan kegiatan, kini diberi Rp500 ribu sebulan.

Dalam tahun ini sudah dua kali dana operasional RT/RW dinaikkan. Pada Mei lalu, gubernur lama Djarot Saiful Hidayat menaikkan juga menaikkan honor mereka yang semula Rp975 ribu menjadi Rp1,5 juta. Sebagai catatan, ada sekitar 33 ribu RT dan 2.700 ribu lebih RW di DKI Jakarta.

Menjadi Ketua RT maupun RW adalah pekerjaan sosial dan pengabdian, meski membutuhkan tenaga dan pikiran. Mereka bukan pegawai pemerintah, sehingga tidak digaji. Honor atau insentif yang diberikan kepada mereka sifatnya penghargaan, bukan gaji. Itu pun digunakan untuk dana operasional.

Harus diingat, RT dan RW adalah ujung tombak pembangunan karena mereka ibarat mata dan telinga pemerintah. Karena pengurus RT dan RW yang mengetahui berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat baik soal keamanan, kebersihan lingkungan, sosial ekonomi dan lainnya. Oleh karena itu sudah sewajarnya bila insentif untuk mereka ditingkatkan.

Di sisi lain, dengan dinaikkannya dana operasional tentu harus dipertanggungjawabkan karena tuntutan masyarakat pun semakin tinggi. Sepatutnya RT/RW meningkatkan pelayanan. Paling tidak, bila ada persoalan di tengah warga, cepat direspon dan diteruskan ke kelurahan sehingga cepat sampai ke perangkat pemerintahan.

Menyinggung tentang tunjangan kegiatan PKK, ini kabar baik bagi kaum ibu. Kelompok ibu jangan menyia-nyiakan anggaran yang telah dikucurkan pemerintah. Dana tersebut harus dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan kader-kader PKK baik di bidang pelatihan, menggerakkan ekonomi kreatif dan lainnya. Menggalakkan ekonomi kreatif diharapkan bisa melahirkan wirausaha yang dapat menunjang ekonomi keluarga. **