Monday, 26 August 2019

BPJS Ketenagakerjaan Kerja Sama dengan Ojek Online Untuk Ini

Sabtu, 11 November 2017 — 13:56 WIB
Direktur Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antar lembaga BPJS Ketenagakerjaan Ilyas Luis saat kumpul bareng dengan GO-JEK di gedung Aldiron,  Pancoran, Jakarta (rihadin)

Direktur Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antar lembaga BPJS Ketenagakerjaan Ilyas Luis saat kumpul bareng dengan GO-JEK di gedung Aldiron, Pancoran, Jakarta (rihadin)

JAKARTA (Pos Kota) – Guna memperluas kepesertaan baru, BPJS Ketenagakerjaan (Naker)  melakukan kerja sama dengan ojek online Go-Jek penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi yang terdapat di Indonesia dan Bank Mandiri yang memberikan kemudahan fasilitas  bagi pekerja untuk melakukan pembayaran iuran peserta.

“ Melalui program Swadaya, mitra driver Go-Jek kini semakin mudah untuk mendaftar dan membayar iuran jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan,” kata Direktur Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antar lembaga BPJS Ketenagakerjaan Ilyas Lubis, Sabtu (11/11/17).

Acara yang digelar bertajuk Kumpul Berama Go-Jek  bertempat di lapangan Aldiron sekitar 4.000 mitra Go-Jek berkumpul dalam acara Sosialisasi perluasan kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan, Go-Jek dan Bank Mandiri. Di sana  disimulasikan kemudahan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan yang di potong langsung dari Go-pay mereka.

Ilyas Lubis mengatakan kerja sama ini bertujuan untuk memberikan perlindungan jaminan sosial atas risiko kecelakaan kerja dan kematian dengan iuran yang terjangkau bagi para pekerja sektor informal.

Menurutnya, selama ini pekerja sektor informal termasuk pengendara transportasi online tidak mampu mengakses layanan jasa keuangan karena premi yang dirasa tinggi serta kurangnya pemahaman.

Dengan kemudahan mengakses jaminan sosial yang diberikan, BPJS Ketenagakerjaan dapat memperluas inklusi keuangan dari sektor informal yang dalam hal ini mitra Go-Jek.

Dia menjelaskan hanya dengan membayar Rp16.800 per bulannya, mitra Go-Jek bisa memperoleh berbagai manfaat seperti perlindungan dari risiko kecelakaan kerja, mendapat perawatan medis tanpa batas biaya, santunan kematian berupa kematian, beasiswa bagi anak dan lainnya.

“Mitra Go-Jek dalam melakukan aktivitas memiliki risiko berupa kecelakaan kerja dan kematian.  Apabila hal tersebut terjadi, dapat mengakibatkan hilangnya pendapatan bagi keluarga oleh karenanya penting perlindungan asuransi bagi mereka,” kata Ilyas.

Sementara itu, Chief Human Resources Go-Jek Indonesia Monica Oudang mengatakan, “Kami telah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan sejak Oktober 2017 sebagai bentuk komitmen kami meningkatkan inklusi keuangan di kalangan pekerja sektor informal.

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah peningkatan pemahaman dan kepatuhan membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan. Oleh karena itu, dengan perluasan kerja sama ini, kami di  Go-Jek akan membantu mitra dengan melakukan pembayaran iuran BPJS Ketengakerjaan bagi mitra yang mengikuti program Swadaya  melalui pendebetan dari akun Go-pay mereka.

“Kami harap mitra bisa lebih disiplin membayar iuran karena tidak perlu lagi repot pergi ke kantor BPJS Ketenagakerjaan,” kata Monica. (rihadin/win)