Thursday, 23 November 2017

Pejabat, Pusing Gue!

Sabtu, 11 November 2017 — 6:42 WIB
jalil

“TIDAK seindah yang diucapkan, tidak semudah yang dibayangkan. Begitulah kenyataan yang ada. Dulu, kayaknya indah banget bicara janji mau begini mau begitu, hemm ternyata pusing juga ya jadi pejabat? Kirain enak, tinggal duduk di kursi, tanda tangan sret sret sret, sambil nunjuk nunjuk? “seseorang menelepon, entah siapa mengeluh pada Bang Jalil.

“Itu mah raja, Bung! Kalau pejabat itu pengayom, melayani!” komentar Bang Jalil pada sang penelepon.

“Oh, gitu ya? Iya, iya. Bayangkan saja baru beberapa pekan, sudah ribet banget nih, ada yang minta ini itu. Kan saya sudah bilang sabar, pasti semua program yang saya janjikan pasti bakalan dilaksanakan. Nih, gara-gara ditanya terus saya jadi ngelantur!”

“Ya, resiko Pak, jadi pejabat pastinya repot. Repot ngurusi orang-orang dekat, mereka minta ini itu?” kata sang istri sambil mengaduk kopi buat sang suami.

Padahal urusan program di kota besar seperti Jakarta, misalnya, nggak jauh dari soal macet , kaki lima, banjir, normalisasi sungai, gusur warga yang di bantaran sungai. Terus itu yang pada nyerobot tanah Negara, mau nggak mau harus digusur! Begitu kan Pak?” kata sang istri. Bang Jalil menyeruput kopi.

“Eh, Bapak kan jadi tim sukses, boleh dong sowan ke balai kota? Minta proyek, tapi jangan e-KTP ruwet. Ibu nggak mau kalau Bapak nanti digembeng-gembeng KPK!

“ Bapak nggak minta imbalan apa-apa. Bapak rela, ikhlas membantu, demi Negara!” kata Bang Jalil, sok pahlawan.

“Tapi kalau ditawari jadi ajudan, mau nggak?”

“Pikir-pikit dulu…” Bang Jalil, gayanya kayak terdakwa setelah mendapat vonis hakim.
Pikir-pikir! Lalu menyeruput kopi, seruput…! -massoes