Saturday, 25 November 2017

Semangat Kepahlawanan

Sabtu, 11 November 2017 — 5:10 WIB

SETIAP tahun, tepatnya 1 November bangsa Indonesia secara seremonial memperingati Hari Pahlawan guna mengenang jasa-jasa pejuang kemerdekaan. Sebagai bangsa besar, kita tidak boleh melupakan pengorbanan pejuang yang berjasa besar membebaskan bangsa ini dari belenggu penjajah.

Sejarah berdirinya NKRI memang tidak bisa diabaikan. Namun catatan penting yang harus digarisbawahi adalah, kita jangan cuma sebatas mengenang atau menundukkan cipta sebagai penghormatan kepada pejuang. Lebih dari itu, bagaimana memaknai kemerdekaan serta mewujudkkan cita-cita para pejuang.

Tantangan yang dihadapi di masa lalu tentu amat berbeda dibanding masa kini. Sejarah mencatat, selama berabad-abad bangsa ini dijajah, ditindas dan dikungkung oleh kolonial Belanda. Para pejuang kita berperang melawan penjajah supaya rakyat di negeri ini merdeka dari kebodohan serta kemiskinan.

Hakikat kemerdekaan sesungguhnya memang bukan hanya bebas dari belenggu penjajahan secara fisik. Makna yang paling dalam, kita harus merdeka dari keterbelakangan, kebodohan, kemiskinan dan ketidakadilan. Tapi secara implisit, harus diakui bangsa kita belum bebas dari persoalan besar yang membelit meskipun sudah 72 tahun merdeka.

Kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, masih menjadi masalah krusial. Data di Badan Pusat Statistik, ada 27,7 juta rakyat yang masih miskin, dan ada 7 juta lebih pengangguran. Kesejahteraan belum merata, jurang pemisah antara si kaya dan miskin kian jauh. Ekonomi kerakyatan yang menjadi cita-cita sebagai dasar perekonomian Indonesia belum terwujud karena praktik kapitalisme terus berkembang.

Belum lagi ancaman dari luar, seperti penyelundupan narkoba yang merajalela. Narkotika adalah penjajah tanpa wajah, yang lebih kejam dari peperangan secara fisik. Ini yang patut diwaspadai, bahwa bisa jadi ada grand design menghancurkan generasi muda Indonesia.

Di sinilah kita membutuhkan sosok pejuang, tokoh-tokoh pemberani, pemimpin berjiwa pahlawan, serta sosok yang berani menegakkan kebenaran. Kita harus terus mengobarkan semangat kepahlawanan. Bukan cuma di level pemimpin, melainkan seluruh elemen masyarakat harus memiliki semangat pejuang. Hari Pahlawan harus kita maknai dengan semangat melawan kebodohan dan ketidakadilan, supaya rakyat di negeri ini sejahtera, hidup aman dan damai.**