Thursday, 23 November 2017

Guru Sampai Sore Tidak Pulang Ternyata Kencan di Perpustakaan

Minggu, 12 November 2017 — 4:50 WIB
ngimpet

BETAH banget Pak Guru di sekolah tempatnya mengajar. Ny. Nafsiah, 35, pun menyusul ke SD swasta tempatnya mengajar. Ternyata didapati sang suami, Hasmanto, 40, sedang kencan dengan Ny. Ida, 30, guru TK yang menyandang status janda. Begitu kepergok si janda ngumpet ke toilet. Suami yang Kepala SD tersebut tak berkutik sampai kasusnya dilaporkan ke polisi.

Ketika suami betah di kantor, belum tentu dia sangat menikmati pekerjaannya.Bisa jadi malah dia sengaja memanfaatkan kesempatan itu untuk pekerjaan yang lain. Seperti Hasmanto di Kecamatan Semende Darat Muara Enim (Sumsel) ini contohnya. Ngakunya lembur di kantor, tidak tahunya sedang kencan dengan Bu Guru Ida di ruang perpustakaan sekolah.

Meski sudah punya istri cantik, Hasmanto memang tak juga merasa puas. Dia ingin mencoba yang lain. Rasanya sih sebetulnya sama saja, tapi sesuatu yang tinggal makan dengan harus lewat perjuaangan, rasanya sungguh beda. Tanyakan pada anak kecil, enak mana mangga beli sama mangga nyolong di kebun tetagga, pasti jawabnya: enakan mangga bolehnya nyolong.

Begitu juga Pak Guru Hasmanto. Sudah lama dia mengincar Ny. Ida yang sesama guru di yayasan sekolahya. Tapi karena kala itu masih ada suami, hasrat itu hanya terhenti pada wacana. Dia baru muncul keberaniannya ketika Ida menjanda ditiggal mati suami. Mulailah dia mecoba mendekati, ingin mendeklarasikan cintanya.

Awalnya Ida tak menanggapi. Bagaimana mungkin, makam suami masih nampak merah bertabur bunga, kok sudah pacaran lagi. Bagaimana kata orang? Bisa-bisa distempel sebagai perempuan gatel, yang tak tersembuhkan oleh obat saleb. Maka katanya kemudian, “Aku belum memikirkan suami baru, Pak.” Kata Ida.

Siapa yang mau jadi suami baru? Hasmanto juga tak bermaksud menikahi kok. Maksud Pak Guru, jika Bu Ida merasa kedingian, Hasmanto siap memberikan kehangatan. Anget suam-suam kuku, apa yang hangat cenderung panas mak nyossss?

Tapi Hasmanto memang jago melobi orang. Tiga bulan setelah menyandang status janda, Ida berhasil dikencani di sebuah hotel. Rasanya memang beda mangga colongan itu. Maka Ida dilumat habis, licin tandas tinggal pelok (tempurung buah)-nya. “Uenak tenan,” kata Hasmanto seperti almarhum pelawak Timbul.

Sejak itu, Hasmanto – Ida kencan kapan saja. Sampai kemudian pada beberapa hari lalu, sampai pukul 17.00 Pak Guru belum juga pulang. Istri di rumah mencoba telepon HP-nya ternyata tidak aktif. Dia menyusul ke sekolah. Kata Pak Bon ada di ruang perpustakaan. Disusulah ke sana, ternyata dikunci dari dalam. Begitu diintip dari lobang kunci, ya ampun, suami sedang kencan dengan seorang wanita. Ida pun minta tolong Pak Bon untuk memanggil suaminya.

Pak Bon ketok-ketok pintu sambil sebut nama Hasmanto. Begitu dibuka, Ida kabur sembunyi ke toilet dengan pakaian awut-awutan. Ida mencoba mengejar, tapi dicegah Hasmanto. Gagal melabrak Ida, Ny. Nafsiah melapor ke Polsek Muara Enim. Pak Guru bisa terancam pemecatan.

Kasihan Ida, sudah tanpa suami, bakal tanpa pekerjaan pula. (JPNN/Gunarso TS