Friday, 16 November 2018

Bikin Rumit, Anies Akan Tertibkan Rumah Dibantaran Sungai

Senin, 13 November 2017 — 12:45 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.(ikbal)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.(ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan rapat pimpinan bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI Jakarta. Salah satu persoalan yang dibahas dalam rapim tersebut adalah persoalan normalisasi sungai.

Anies mengungkapkan persoalan normalisasi sungai  masih ditemui dibeberapa wilayah, diantaranya penyempitan lebar sungai sehingga tidak lagi dapat menampung air saat hujan turun. Anies menemukan penyempitan luas sungai hingga delapan meter di sungai di kawasan Jakarta Selatan.

“Ada penyempitan dari 10 meter jadi dua meter. Itu di daerah Jakarta Selatan, di wilayah sekitar Selatan Pejaten,” katanya di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (13/11/2017).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengungkapkan, penyempitan terjadi karena bantaran sungai diokupasi oleh warga dengan mendirikan pemukiman. Anies memerintahkan jajarannya untuk mengecek keabsagan bangunan tersebut. Karena menurutnya hingga saat ini tidak ada keterangan bahwa pemukiman tersebut legal atau ilegal.

Anies juga menyoroti pengawasan yang dilakukan selama ini terhadap bangunan di bantaran kali. Menurut bangunan yang menggunakan bantaran kali dapat dicegah jika pengawasan dilakukan dengan baik.

“Kemudian ditanya juga¬† kenapa enggak diawasi selama ini? Ketika udah muncul masalah begini lebih rumit. Apa yang dikerjakan kalau hanya membiarkan. Begitu ada rencana pembangunan langsung dihentikan. Karena jelas-jelas itu wilayah yang tidak boleh ada bangunannya dan sekarang bangunan itu ada dimana-mana,” tandas Anies.

Lebih lanjut, Anies menegaskan akan melakukan penertiban pemukiman di bantaran sungai jika terbukti menggunakan lahan ilegal.

“Kalau melanggar harus ditertibkan dong,” tutup Anies. (ikbal/Tri)