Saturday, 25 November 2017

KTT di Manila

Jokowi: Kita Harus Mampu Jadikan ASEAN Dihormati Dunia

Senin, 13 November 2017 — 15:58 WIB
Presiden Jokowi saat menghadiri  Pleno KTT ASEAN ke-31 yang diselenggarakan di Philippines International Convention Center Manila, Filipina (ist)

Presiden Jokowi saat menghadiri Pleno KTT ASEAN ke-31 yang diselenggarakan di Philippines International Convention Center Manila, Filipina (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Jokowi  mengatakan bahwa ASEAN telah berdiri selama 50 tahun,  dan telah mampu menciptakan ekosistem stabilitas, perdamaian dan kesejahteraan di Asia Tenggara.

“Namun kita tidak boleh puas dengan capaian ini. Tantangan kita ke depan tetap sangat lah berat,” ucap Presiden Jokowi ketika berbicara pada Pleno KTT ASEAN ke-31 yang diselenggarakan di Philippines International Convention Center Manila, Filipina Senin (13/11).

Oleh karena itu, ASEAN harus kuat, bersatu dan mampu menjaga sentralitas kita. “Kita harus mampu menjadikan ASEAN sebuah Asosiasi yang tidak saja dihormati masyarakatnya namun juga dihormati dunia,” tutur Jokowi.

Menurut Jokowi,  jika ASEAN ini maju lebih cepat dan relevan dengan perkembangan dunia maka diperlukan collective leadership yang kuat dan tanggung jawab yang tinggi. “Kta dapat merespon perkembangan dengan cepat,” ujar Presiden Jokowi.

“Mari bersama kita jadikan ASEAN sebuah asosiasi yang kokoh dan bermanfaat bagi rakyatnya dan bermanfaat bagi dunia,” ujar Jokowi.

Terkait persoalan di ASEAN,  Jokowi mengingatkan tentang krisis kemanusiaan di Rakhine State,  atau Muslim Rohingya,  menurut Jokowi,  semua sangat prihatin dengan krisis kemanusiaan di Rakhine State dan juga paham akan kompleksitas masalah di Rakhine State, namun kita juga tidak dapat berdiam diri.

Dalam siaran persnya yang disampaikan Biro Pers Kepresidenan,  Jokowi mengatakan untuk mengatasi krisis kemanusiaan ini harus ada kepercayaan dan solidaritas di antara negara-negara anggota ASEAN. Semakin lama masalah ini dibiarkan maka akan berdampak pada keamanan dan stabilitas kawasan termasuk munculnya radikalisme dan trafficking in person.

Indonesia sendiri,  lanjut mantan gubernur DKI ini,  telah turut membantu mengatasi krisis kemanusiaan tersebut  dengan berkontribusi memberikan bantuan kemanusiaan.

Di akhir pidatonya, Presiden menegaskan sekali lagi bahwa krisis kemanusiaan di Rakhine State perlu segera diselesaikan. “Dan akan baik jika ASEAN menjadi bagian penyelesaian masalah. Kita harus buktikan kepada masyarakat kita dan dunia bahwa kita mampu menangani masalah kita,” kata Jokowi. (Johara/win)