Wednesday, 19 September 2018

Kejar Target di Era Djarot, RPTRA Ini Dinilai Dibangun Asal-asalan

Senin, 13 November 2017 — 18:21 WIB
RPTRA Gading Tarian yang banyak di keluhkan warga akibat pembangunannya dinilai asal-asalan dan kejar target. (wandi)

RPTRA Gading Tarian yang banyak di keluhkan warga akibat pembangunannya dinilai asal-asalan dan kejar target. (wandi)

JAKARTA (Pos Kota) – Dianggap kejar target karena akan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat waktu itu, pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), Gading Tarian, RW 07, Kelapa Gading Timur, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dinilai asal-asalan.

Akibatnya, dalam pembanguannya RPTRA ini menuai protes dari warga karena hampir seluruh konstruksi yang ada tidak sesuai keinginan warga.

“RPTRA ini harus sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh warga masyarakat bukan pihak pemborong. Sebab semua pengerjaan tidak sesuai dengan apa yang diusulkan oleh warga, pembangunannya pun juga asal-asalan dan ini saya menilai kerja target karena akan diresmikan langsung waktu itu oleh Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bersama-sama,” kata Ketua RW 07, Kelapa Gading Timur, Hendriansyah Lubis, Senin (13/11).

Menurut Aji Lubis panggilan akrab Hendriansyah Lubis, pembangunan toilet, posisi closet dipasang ke kiblat, dianggapnya salah. Untuk itu dirinya meminta pihak pemborong bertanggung jawab dan membongkarnya agar ke depan pemasangannya tidak menghadap ke kiblat.

Bukan hanya itu saja, tribun malam menghadap ke ruangan ibu-ibu yang sedang menyusui bukan ke panggung. “Kalau panggung ke arah ruangan khusus ibu-ibu yang sedang menyusui apa yang dilihat, seharusnya di geser pas didepan panggung,” tambahnya.

Parahnya lagi, kata Aji Lubis, lapangan yang ada di RPTRA ini setiap ada kali hujan pasti akan tergenang. Para pengusur RPTRA juga kesulitan untuk mengeringkan karena posisi lapangan cekung ketengah sehingga air sulit mengalir.

Keluhan yang sama juga diutarakan oleh Roby, 48, warga lainnya, menurutnya selama ini selain fasilitas yang ada di RPTRA ini banyak dikeluhkan warga, pintu masuk yang ada di lokasi tersebut juga sangat terbatas. Selain itu juga sangat menyulitkan para orang tua yang akan masuk untuk menikmati RPTRA tersebut.

“Selama ini kalau ada manula yang akan masuk ke RPTRA ini kesulitan karena tembok di pintu masuk terlalu tinggi. Akibatnya jika ada yang pakai kursi roda harus dipapah agar bisa masuk,” terang Roby.

Selain itu sejumlah fasilitas yang selama ini warga meminta agar dibongkar seperti tempat duduk tidak pernah dilakukan oleh pihak pemborong. Makanya dirinya meminta kepada pihak pemerintah untuk mengambil tindakan tegas akan rekanan yang mengerjakan pembangunan RPTRA Gading Tarian ini.

Sementara itu Wakil Walikota Jakarta Utara, Junaedi, mengakui memang pihaknya sudah beberapa kali mendapat keluhan dari warga terkait pembangunan RPTRA Gading Terian. Bahkan pihaknya juga sudah menegor langsung pihak pemborong agar apa yang dikeluhkan warga ini segera diambil tindakan.

“Saya segera minta kepada Sudin Perumahan dan Gedung untuk segera melakukan pemanggilan kepada rekanan yang membangun RPTRA Gading Tarian. Ini harus segera dilakukan karena dalam pelaksanaan pembangunan ini harus selesai Desember 2017,”Ujar Junaedi. (wandi/win)