Saturday, 25 November 2017

Manfaatkan Potensi Kepulauan Seribu

Senin, 13 November 2017 — 5:21 WIB

KEPULAUAN Seribu bakal dikembangan menjadi obyek wisata andalan bukan saja di Jakarta tetapi dunia. Berbagai langkah untuk mempercepat pembangunan di wilayah itu disiapkan.
Keseriusan Pemprov DKI Jakarta menjadikan wilayah gugusan pulau itu menjadi obyek wisata unggulan disampaikan Gubernur Anies Bswedan saat menghadiri HUT ke 16 Kabupaten Kepuluan Seribu. Task force (tim petugas khusus) untuk mempercepat kemajuan Kepulauan Seribu segera dibentuk.

Kepulauan Seribu terdiri dari ratusan pulau. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Kepuluan Seribu, potensi ekonomi di kepulauan itu terutama di bidang wisata sangat menjanjikan. Sebulan rata-rata-rata peredaran uangnya mencapai Rp3 miliar.

Ada beberapa pulau berpenghuni di Kepulauan Seribu yang memiliki potensi wisata luar biasa di antaranya Pulau Untungjawa, Pulau Pari, Pulau Tidung, Pulau Harapan, dan Pulau Pramuka. Perputaran uang sebanyak itu belum termasuk pulau-pulau resort yang tersebar di wilayah itu.

Berdasarkan catatan, banyak pulau resort di wilayah berpendudukan sekitar 20 rbu orang itu yang sangat menarik sebagai destinasi wisata, seperti Pulau Kahyangan, Pulau Pabelokan, Pulau Bidadari, Pulau Onrust, Pulau Edam, Pulau Kelor, Pulau Rambut, Pulau Ayer, Pulau Puteri, Pulau Matahari, Pulau Sepa, Pulau Pantara Barat dan Pantara Timur, Pulau Bira Besar, Pulau Kotok, Pulau Pelangi, Pulau Papa Theo, Pulau Laki, Pulau Pamagaran, Pulau Sabira, Pulau Saktu, Pulau Penike, dan pulau lainnya.

Tekad gubernur membenahi Kepulauan Seribu patut ditunggu. Sebab, selama ini Pemprov DKI Jakarta terkesan kurang maksimal dalam membangun wilayah gugusan pulau tersebut. Akibatnya, bila dibandingkan dengan lima wilayah kota lainnya, Kepulauan Seribu kalah maju.

Kondisi ini bisa disimpulkan dari kurangnya jumlah alat transportasi maupun sarana dan prasarana lainnya seperti minimnya rumah sakit, sekolah, areal pusat perekonomian warga.
Lebih parah lagi, pemerintahan Kepulauan Seribu selama ini banyak dikendalikan dari jarak jauh bukan di kepulauan. Cara seperti ini tentu berdampak terhadap kondisi Kepulauan Seribu itu sendiri.

Meningkatkan kemajuan Kepulauan Seribu tatarannya bukan saja membentuk task force tapi harus dibarengi dengan kerja maksimal aparaturnya. Gubernur harus mendorong aparat dan pejabatnya agar mengendalikan pemerintahan Kabupaten Kepulauan Seribu tidak dari jarak jauh. Kendalikan pemerintahan Kepulauan Seribu dari Kepuauan Seribu, bukan dari daratan wilayah lain. @*