Thursday, 23 November 2017

Rizal Ramli: Cerita Dahsyat Danau Toba Meletus 73 Ribu Tahun Lalu Bisa Undang Turis

Senin, 13 November 2017 — 10:21 WIB
Rizal Ramli

Rizal Ramli

JAKARTA (Pos Kota) – Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Dr Rizal Ramli mengatakan, pemerintah setiap tahun menggelontorkan dana besar untuk pariwisata. Tapi anehnya hanya Bali yang dikenal. Untuk itulah, ketika masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal sempat melayangkan program 10 destinasi baru.

Rizal menekankan, Danau Toba cukup potensial menjadi tempat wisata baru. Ia mengatakan, mengembangankan Danau Toba harus diikuti dengan perubahan kultur masyarakat setempat. Pertama, kultur jorok harus diubah menjadi bersih. Kedua, kultur pasang wajah kencang, harus diubah menjadi senyum. Dan ketiga, kalau jual barang jangan menipu.

“Pariwisata itu juga alat untuk mengubah kultur. Dalam hal ini, wajah orang Batak yang kencang meski hatinya baik-baik harus membiasakan diri senyum,” ujar Rizal Ramli di jakartya, Senin (13/11).

Rizal mengatakan, jika dikembangkan cerita yang dahsyat tentang Danau Toba saat meletus 73.000 tahun lalu, maka turis akan berbondong-bondong ke Danau Toba.

“Tadinya terdiri dari benua-benua yang tersambung dengan es, karena dunia panas kemudian terpisah, jadilah benua-benua. Ini yang dinamakan global warming, ini pernah kejadian di Danau Toba, terjadi tranformasi Darwinnya. Kalau diceritakan ini dahsyat sekali, kalau orang dengar cerita ini dia buru-buru pesan tiket untuk lihat Danau Toba, dia datang ke sini ingin lihat ledakan terbesar di dunia, baru lihat keindahan, beli sovenir. Jadi ada imajinasinya, jadi harus ada story line,” papar Rizal Ramli.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian era pemerintahan Presiden Gus Dur ini mengatakan, kalau Pemerintah Sumatera Utara serius mengembangkan Danau Toba dengan bantuan pemerintah pusat, kesejahteraan rakyat akan meningkat.

Rizal Ramli mengatakan, dengan mempromosikan latar belakang sejarah, sebuah objek wisata bakal lebih menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Sebab, selain menikmati keindahan pengunjung juga dapat menambah pengetahuan.

(rizal/sir)