Thursday, 23 November 2017

Anies Minta Warga Tidak Perlu Mengadu ke Balaikota

Selasa, 14 November 2017 — 0:05 WIB
Gubernur DKI, Anies Baswedan.

Gubernur DKI, Anies Baswedan.

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta Anies Basweda menginstruksikan setiap kecamatan membuka layanan pengaduan warga setiap hari Sabtu. Layanan mulai dibuka pada 18 November mendatang dari pukul 08:00 hingga pukul 11:00. Meski demikian, Anies memastikan pelayanan warga dapat dilakukan setiap hari di setiap kecamatan..

“Masalah apa pun juga, bawa ke kecamatan. Di luar hari itu, tentu boleh. Tapi hari itu adalah open house, mereka buka kecamatan, dan warga silakan datang membawa masalahnya,” kata di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan Senin (13/11/2017).

Anies menjelaskan pelayanan itu dilakukan agar penyelesaian dapat dengan cepat diselesaikan. Masalah yang terkumpul pada hari Sabtu itu, akan ditindaklanjuti dalam pertemuan di setiap kecamatan pada hari Senin untuk mencari solusinya. Namun jika tidak terselesaikan dan membutuhkan penanganan labih lanjut, persoalan warga akan disampaikan dalam pertemuan tingkat walikota yang digelar setiap Selasa.
Kalau mereka tidak bisa menyelesaikan di level kecamatan, maka di hari Selasanya itu akan dibawa di pertemuan tingkat wali kota.

Lalu masalah itu nanti mereka akan bicarakan dalam pertemuan tiap hari Senin di level kecamatan, karena tiap hari Senin ada pertemuan di level kecamatan dan kalau mereka tidak bisa menyelesaikan di level kecamatan, maka hari Selasanya dibawa di pertemuan tingkat walikota.

“Jadi Sabtu mereka terima, Senin mereka bicarakan di level kecamatan. Kalau tidak bisa diselesaikan, Selasa atau Rabu ke tingkat walikota, dan harus udah ada solusi. Kalau tidak ada solusi, bawa ke balai kota dan dibicarakan di sini,” urai Anies.

Jalur pengaduan ini, dikatakan Anies untuk mempermudah warga dalam melakukan pengaduan dan tidak perlu repot ke Balaikota untuk langsung mengadu ke gubernur.

“Kalau cuma di sini, bukan tujuanya itu. Karena terlalu sedikit juga. yang datang. Ada terlalu banyak masalah yang tidak sampai juga ke Balaikota. Yang datang ke sini berapa sih paling 5 – 10. Dengan 10 juta penduduk? Kalau itu sih bukan tujuan. Tujuannya adalah memudahkan warga mendapatkan solusi dari pemerintah,” tutup Anies. (ikbal/b)