Monday, 11 December 2017

Fahri Hamzah Sebut Setya Novanto Membangkang

Selasa, 14 November 2017 — 17:16 WIB
Setya Novanto jadi saksi di pengadilan

Setya Novanto jadi saksi di pengadilan

JAKARTA (Pos Kota) – Pembangkangan Setya Novanto terhadap panggilan saksi kasus korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bagi kalangan DPR, merupakan contoh keteladanan terhadap pembangkangan KPK atas panggilan Pansus Angket KPK.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, dan anggota Komisi III DPR asal Fraksi PDIP, Masinton Pasaribu, sepakat menyatakan hal itu sebagai pembangkangan konstitusi.

“Pembangkangan itu menjadi preseden buruk bagi supremasi hukum Indonesia, bahkan, pelan tapi pasti menghancurkan sendi-sendi kehidupan berbangsa & bernegara,” ujar Fahri Hamzah Selasa (14/11).

Dijelaskannya, tontonan pembangkangan konstitusi oleh pimpinan KPK dan Ketua Umum Partai Golkar, DPR, Setya Novanto, memperburuk supremasi hukum nasional sekaligus mempertegas adagium bahwa hukum Indonesia itu tajam ke bawah tapi tumpul ke atas.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (timyadi)

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah

Untuk itu, Masinton menambahkan, perkuatan supremasi hukum seharusnya dimulai KPK dengan tidak menyeret-nyeret Presiden Joko Widodo untuk membela kasus hukum ketua KPK Agus Rahardjo & Wakil Ketua Saut Situmorang terkait laporan palsu & kewenangan ke polisi.

“Sementara KPK menakut-nakuti orang lain dengan pembuktian di pengadilan, kok justru KPK mengabaikan prosesi peradilan terhadap pimpinan KPK sendiri? Ini kan lucu dan memilukan,” (rinaldi)