Thursday, 23 November 2017

Istri Baru Melahirkan Anak Tiri jadi Sasaran

Selasa, 14 November 2017 — 6:25 WIB
lamalam

BILA seks dijadikan panglima, ya seperti Kabul, 30, dari Padanglawas (Sumut) ini. Sudah punya dua istri, masih nginceng anak tirinya. Maka di kala bini keduanya baru melahirkan, Kabul tega menggauli, Rina, 17, berulang kali hingga keterusan jadi pacaran. Keintiman bapak dan anak tiri tersebut menjadikan skandal terbongkar.

Ada yang bilang, punya istri satu itu sudah cukup. Tapi jika sampai dua, malah jadi kurang. Kenapa bisa begitu? Mungkin karena ada pembanding, karena ini enak, mungkin yang lain lebih enak lagi. Walhasil jadi penasaran, ingin mencoba yang lain lagi, sampai semuanya mau dicoba. Benar-benar jadi seperti ayam, hanya ini bercelana.

Kabul warga Hutaraja, Kabupaten Padanglawas (Palas), Sumatera Utara, dalam usia kepala tiga sudah kaya pengalaman akan perempuan. Bayangkan, di usia semuda itu istrinya sudah dua. Yang terakhir justru lebih tua, Ny. Atik, 37. Ada sejumlah alasan kenapa Kabul mau menikahi janda lebih tua darinya. Dapat kelonggaran itu jelas, tapi yang kedua: dia kaya akan pengalaman.

Istri keduanya ini di samping mandiri, karena punya usaha sendiri, juga punya anak bawaan yang kini sudah berusia ABG, Rina namanya. Ketika Kabul menikahi ibunya beberapa tahun lalu, penampilannya masih biasa saja, belum membuat ukuran celana Kabul berubah.

Tapi sejak setahun lalu, dalam usia 16 tahun kala itu, penampilan Rina mulai tampak menjanjikan. Nah, di sinilah Kabul mulai berubah tabiat. Bila biasanya menyikapi anak tiri biasa saja, kini mulai bergairah penuh syahwat. Padahal sebetulnya Kabul sudah punya dua “kendaraan” yang siap pakai, yang dijamin mesin aman karena sering dipanasi.

Puncak hasrat Kabul terjadi beberapa bulan lalu, ketika istri keduanya melahirkan. Ketika kendaraan turun mesin, mestinya Kabul kan tak perlu repot, karena masih ada kendaraan yang satunya lagi. Tapi dia tidak, justru sekarang semakin mengincar anak tirinya itu, si Rina yang penampilannya penuh pesona.

Di kala rasa rindu akan wanita sudah sampai ke ubun-ubun, Kabul mulai merayu anak tirinya yang sudah duduk di bangku SMA itu. Tentu saja Rina menolak, tapi si bapak tiri terus merayu dengan sejumlah ancaman. Karena ketakutan, akhirnya Rina terpaksa bertekuk lutut dan berbuka paha demi melayani si ayah tiri.

Sejak itu Kabul jadi ketagihan. Asal kepengin tinggal mendekati Rina dan kemudian dilayani. Karena keseringan, yang tadinya terpaksa lama-lama si ABG bisa menikmati dan kemudian mencintai. Belakangan, keduanya sudah layaknya suami istri saja, jauh beda seperti hubungan antara anak dan ayah tiri.

Para tetangga pun mulai mencurigai, sehingga temuan tim pencari fakta independen itu disampaikan kepada Ny. Atik selaku pemegang otoritas rumahtangga. Si ibu tentu saja kaget, masak iya sih. Setelah diklarifikasi pada yang bersangkutan, ternyata Rina membenarkan. “Awalnya saya diancam mau dibunuh, lama-lama jadi suka padanya,” kata Rina sejujurnya.

Kabul pun dilaporkan ayah kandung Rina dan kemudian ditangkap dan diperiksa. Ternyata dia mengakui perbuatannya selama ini. Secara jujur dia mengakui, Rina ternyata lebih cantik ketimbang ibunya, lebih muda lagi. Akhirnya dia untung-untungan mencoba, ternyata mau.

Jauh lebih muda, ibarat mangga dibuat lotisan pasti kriuk-kriukk. (JPNN/Gunarso TS)