Thursday, 23 November 2017

Lagi Pejabat Pemkot Jakarta Utara Dijebloskan ke Penjara

Selasa, 14 November 2017 — 23:59 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Kejaksaan Agung menjebloskan ke penjara mantan Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum (Sudin PU) Tata Air Jakarta Utara 2013 Joko Susetyo dan Pensiunan PNS Dinas Tata Air DKI Surya Kopa.

“Mereka ditahan selama 20 hari, sejak 13 November – 2 Desember 2017 sesuai surat perintah penahanan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Nomor: Print-35/F.2/Fd.1/11/2017 , 13 November 2017 untuk JK dan nomor 36 untuk SK, ” kata Kapuspenkum M. Rum, di Kejagung, Selasa (14/11).

Kedua tersangka ini adalah bagian dari lima tersangka kasus dugaan Penyalahgunaan Dana Kegiatan Swakelola pada Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Utara Tahun Anggaran 2013-2014

Penahanan dua tersangka dilakukan, karena sudah cukup alasan, seperti diatur dalam KUHAP (Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana). Mereka ditahan di Rutan (Rumah Tahanan Negara) Salemba Cabang Kejaksaan Agung.

Sebelum ini, dua tersangka lain dalam perkara yang sama sudah ditahan pekan lalu di dua tempat terpisah. Mereka, adalah Slamet Riyadi (Mantan Kasubag Tata Usaha Sudin PU Tata Air Jakut) di Rutan Kejagung dan Sisca Hermawati (Mantan Kasudin PU Tata Air Jakut Januari -17 April 2013) di Rutan Pondok Bambu.

Dengan ditahannya empat tersangka ini, maka tinggal satu tersangka dalam perkara ini bum ditahan. Dia adalah Wagiman, Mantan Kasudin PU Tata Air Jakarta Utara periode Juni 2013 – Desember 2014.

Para tersangka diancam pidana 20.tahun seperti diatur dalam Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus ini terkait dugaan penyalahgunaan dana kegiatan swakelola. Dalam hal ini, berupa refungsionalisasi sungai dan waduk, pengerukan, perbaikan saluran penghubung, pembersihan saluran sub makro, pemeliharaan infrastruktur drainase saluran mikro dan sub mikro pada Sudkn PU Tata Air Jakarta Utara yang bersumber dari APBD dan APBD-P sebesar Rp. 116.357.789.000,- (seratus enam belas miliar tiga ratus lima puluh tujuh juta tujuh ratus delapan puluh Sembilan ribu rupiah) Tahun Anggaran 2013-2014.

Diduga dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan pertanggungjawaban laporan kegiatan maupun laporan keuangan.

Lalu, terdapat pemotongan uang pencairan anggaran kegiatan swakelola, sekotar 30 persen, pemalsuan-pemalsuan dokumen di dalam laporan yang seolah-olah telah dilaksanakan seluruhnya sesuai dengan anggaran yang dicairkan. (ahi)