Thursday, 23 November 2017

Mahfud MD Mengaku Galau Tapi Jangan Sampai Vertigo

Selasa, 14 November 2017 — 6:08 WIB
mahfud

PAKAR hukum tatanegara yang juga mantan Ketua MK, Mahfud MD, belakangan mengaku galau. Pasalnya, prinsip-prinsip hukum dirusak oleh orang-orang yang paham hukum demi kepentingan politik semata. Profesor boleh galau, tapi jangan sampai vertigo seperti Ketua DPR kita.

Kadang kala orang-orang yang sudah tahu hukum, karena kepentingan politik merusak prinsip-prinsip hukum itu sendiri. Dalam soal pembubaran HTI misalnya, Mahfud MD beda pendapat dengan Yusril Ihza Mahendra. Menurut Yusril, tidak boleh ditindak sebelum ada putusan hukum. Sedangkan kata Mahfud MD, boleh!

Mahfud MD menilai, dalam hukum pidana memang betul. Tapi dalam hukum administrasi negara, salah! Yang dilakukan pemerintah seperti itu, karena persoalan HTI menyangkut administrasi negara, ditindak dulu. “Tapi kenapa kok sekarang dipermasalahkan?” kata Profesor.

Guru Besar UII Yogyakarta itu mengaku sampai pikirannya ikutan kacau, melihat kacaunya hukum di Indonesia. Pertama, hukum digugat karena kurangnya pengalaman si pembuat hukum yang tidak profesional atau tidak ahli. Kedua, karena adanya permainan politik atau tukar-menukar materi dalam membuat suatu undang-undang. Ketiga, karena adanya penyuapan anggota Dewan dalam penyusunan UU.

Masalah moral juga menjadi penyebab utama kacaunya hukum. Praktisi hukum sering memperjual-belikan hukum. Kalau mau menang, pakai pasal A atau UU B, tapi bayar sekian. Kalau tak berani, bisa dijual ke yang lain yang sedang bersengketa.

Kata Prof. Dr. Mahmud MD, belajar hukum lewat internet bisa lebih pandai dari dirinya. Tapi soal moral tak ada di internet. Makanya biarkan saja Prof, mereka akan menerima sanksinya sendiri-sendiri, bila nggak di sini, ya “di sono”. Yang penting kegalauan Mahfud MD jangan sampai menjadikan dirinya kena vertigo seperti Ketua DPR kita. – semprul