Thursday, 23 November 2017

Menhub Bantah Jual Bandara Soekarno-Hatta

Selasa, 14 November 2017 — 19:40 WIB
Ilusrasi

Ilusrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengaku tidak niat menjual Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), namun akan menggandeng swasta dan asing dalam pengelolaan bandara tersebut.

“Tidak ada yang menjual Bandara Soekarno-Hatta dan Pelabuhan, tapi kita akan kerjasamakan dengan swasta dan BUMN Pelindo 1,2,3 dan Pelindo 4,” ujar menteri menanggapi ramainya isu penjualan puluhan bandara dan pelabuhan, Selasa (14/11/2017).

Dikatakan Budi, pemerintah untuk membuka pintu kepada swasta mengelola berbagai proyek di Indonesia seperti bandara dan pelabuhan. Bahkan, beberapa dari proyek tersebut dilepas 100% kepada swasta.

Misalnya, kata menteri, pada Bandar Udara Kualanamu serta kawasan ekonomi (KEK) khusus Mandalaika pemerintah selalu melakukan kerjasama terbatas bukan melakukan penjualan kepada pihak swasta.

Kualanamu, Mandalika itu kerjasama terbatas, jadi tidak ada yang menjual. Apalagi pelabuhan itu juga kerjasama terbatas. Meski kita kerjasama dengan Pelindo I,II,III atau IV pun itu kerjasama terbatas, nanti asetnya tetap milik pemerintah,” terang Budi.

Ketua Tim Pelaksana Koordinasi Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo sebelumnya mengatakan pemerintah akan menggunakan skema Limited Concession Scheme (LCS) dengan membuka peluang bagi swasta untuk sama-sama menggarap proyek infrastruktur.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta bisa menjadi pilot project yang ideal untuk penerapan LCS pertama di Indonesia. Untuk itu, pihaknya telah berbicara dengan Kementerian Perhubungan untuk mengkaji skema ini.

Dia meyakini, dengan diterapkannya skema ini akan ada banyak operator tingkat dunia yang mampu mengembangkan rute baru dan meningkatkan pelayanan sesuai dengan standar bandara yang berada pada urutan atas.

Pengamat Ekonomi Rheinald Kasali menilai pelibatan pihak asing baik swasta maupun pemerintah langsung dalam proyek pembangunan sejumlah bandara dan pelabuhan di Tanah Air bukan berarti menjual bandara atau pelabuhan ke pihak asing.

Menurutnya dalam sebuah kerja sama bisnis, ini merupakan hal yang sangat biasa. “Misalnya asing membawa modal, SDM, dan teknologi yang nantinya akan terjadi transfer teknologi dan kemampuan yang manfaatnya besar sekali bagi kita,” katanya. (dwi)