Thursday, 23 November 2017

Dijaga Ekstra Ketat

Seniman Korsel Pamerkan Karya Lukis Emas di Jakarta

Selasa, 14 November 2017 — 10:20 WIB
Satu model mengenakan busana  Korea menunjukkan karya seni lukis emas di Jakarta.

Satu model mengenakan busana Korea menunjukkan karya seni lukis emas di Jakarta.

JAKARTA (Pos Kota) – Jika masyarakat pecinta seni, pameran lukisan berbahan emas senilai miliaran rupiah yang diciptakan oleh Warga Negara Korea Selatan (Korsel), Kim Il Tae digelar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (14/11/2017).

Nuansa emas berkilauan dipajang seperti bak lukisan pada umumnya. Selain itu pengunjung yang melihat dijaga ekstra ketat oleh security dan pengelola acara, lantaran terbuat dari emas.

Kegiatan ini dibuka sejak Senin (13/11/2017) malam.

Pameran lukisan dari berbahan emas murni diselenggarakan untuk kedua kalinya setelah sempat dipamerkan juga di kawasan Hotel Bunderan HI, Jakarta Pusat beberapa tahun lalu. Selain itu hasilnya juga pernah dipamerkan di beberapa negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Bahkan pelantun lagu ‘Gangnam Style’ dari penyanyi Psy sempat membeli enam lukisannya.

Ketua Penyelanggara Pameran Korean Gold Painting, Kris Budihardjo, mengatakan pameran seni lukis ada 45 karya seni lukis berbahan emas dipamerkan untuk acara disini. “Tentu harganya mencapai miliaran bisa diatas Rp5 milliar satu lukisan. Karena ini bukan melihat dari emasnya tetapi suatu karya seninya,” papar Kris disela pembukaan pameran.

Menurut Ketua Umum Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) ini, juga ke depan akan bakal memerkan dibeberapa Kota di Indonesia seperti Bandung, Makassar, Surabaya dan Medan.

“Ini membuktikan bahwa kata orang daya beli di Indonesia lesu kata orang-orang. buktinya Presiden Korea Selatan berkunjung ke sini karena mengakui pertumbuhan perekonomian Indonesia tidak seperti yang lain. Seluruh dunia mengaggumi stabilitas ekonomi dan politik serta pertumbuhan ekonomi Indonesia diatas 5 persen mungkin terbaik nomer 3-4 di dunia sehingga orang berbondong-bondong ke Indonesia,” paparnya.

(adji/sir)