Thursday, 23 November 2017

Siswa SD di Depok Ini Libur Karena Plafon Kelas Rontok

Selasa, 14 November 2017 — 21:26 WIB
Plafon dua ruang kelas SDN 02 Curug,  Bojongsari yang ambrol.  (anton)

Plafon dua ruang kelas SDN 02 Curug, Bojongsari yang ambrol. (anton)

DEPOK (Pos Kota) – Puluhan siswa kelas VI A dan B SDN Curug 02, Jalan Raya Curug, Kelurahan Curug, Bojongsari, Depok,  terpaksa harus diliburkan sehari setelah plafon ruang kelas rontokl saat hujan disertai angin Senin petang (13/11).

Mereka terpaksa diliburkan hari ini karena khawatir baja ringan atau tiang penyangga plafon yang masih tertempel didinding atap kondisinya banyak yang bengkok dan rawan ambruk,  kata Kepala Sekolah SDN 02 Curug,  Marwanih,  Selasa (14/11).

“Kami terpaksa meliburkan sekitar 70 siswa kelas VI A dan B karena khawatir baja ringan atau bekas plafon yang masih tertinggal di atas takut ambrol saat  kegiatan belajar dan mengajar berlangsung suatu saat, ” ujarnya terpaksa hari ini diliburkan karena ada petugas yang membongkar tiang maupun. serpihan sisa plafon di atas.

Kebijakan ini dilakukan pihak sekolah setelah Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, langsung datang melihat kondisi dua ruang kelas yang plafonnya ambrol serta ingin membongkar dan membersihkan sisa plafon yang masih menempel di atap.

“Pihak Sarpras meminta plafon ruang kelas lainnya yang sejajar dengan ruang kelas yang plafonnya ambruk dicopot, karena plafonnya berpotensi runtuh,” katanya.

Beruntung saat plafon ambrol tidak ada siswa yang belajar di ruangan tersebut karwna sudah sore hari,  ujarnya yang mengaku sekitar lima atau enam tahun lalu gedung SDN 02 Curug diperbaiki.

Dipugar Tiga Lantai

Sementara itu,  Suhada selaku aparatur Bidang Sarpras di Disdik Depok,  mengatakan melihat kondisi ruang kelas yang plafonnya ambrol memang harus dibongkar semua agar tidak membahayakan kegiatan belajar maupun mengajar di sekolah tersebut bahkan bukan hanya dua ruang kelas tapi aatu ruang kelas juga terpaksa dibongkar.

Plafon di tiga ruang kelas tersebut tidak akan dipasang karena bangunan sekolah tersebut akan dipugar   dengan konstruksi tiga lantai dalam tahun 2018 ini. Selama ini kegiatan belajar dan mengajar dengan jumlah siswa 494 orang dibagi 11 rombongan belajar setiap hari dibagi dua yaitu pagi dan siang karena ruang belajar hanya enam kelas. (anton/win)