Saturday, 25 November 2017

Gempa Mematikan 2017

Sudah Lebih 400 Orang Tewas dalam Gempa di Perbatasan Iran – Irak

Selasa, 14 November 2017 — 10:08 WIB
Tentara sedang mengevakuasi korban gempa di Iran.(EPA)

Tentara sedang mengevakuasi korban gempa di Iran.(EPA)

IRAN – Gempa yang terjadi di perbatasan Iran-Irak menjadi gempa yang  paling mematikan pada  tahun 2017 ini. Hingga saat ini, sudah sekitar 40 0-an orang yang tewas dan 7.000 orang lainnya terluka.

Sebuah upaya penyelamatan besar saat ini sedang dilakukan. Tim mencari korban yang terjebak di reruntuhan bangunan yang roboh.

Kebanyakan orang yang tewas berada di Iran barat di Sarpol-e-Zahab, sebuah kota 15km (10 mil) dari perbatasan, dan bagian lain dari provinsi Kermanshah.

Rumah sakit utama kota itu rusak parah, membuatnya berjuang untuk merawat ratusan orang yang terluka, lapor TV pemerintah.

tenda

Seorang wanita dan bayinya ditarik hidup dari puing-puing di kota tersebut, kata media Iran.

Banyak bangunan di kota itu tampak ambruk, seperti yang diunggah video amatir lewat Twitter oleh sebuah stasiun radio. Aliran air dan listrik terputus di beberapa kota, dan setelah bangunan roboh orang terpaksa menghabiskan berjam-jam di luar rumah di taman atau jalan-jalan dalam cuaca dingin.

Banyak rumah di daerah pegunungan yang didominasi suku Kurdi terbuat dari batu bata lumpur dan rentan dalam gempa setinggi hari Minggu. “Bibi, sepupu, dan anak sepupu saya meninggal’ “Kami butuh tempat berlindung,” kata seorang pria di Sarpol-e Zahab kepada TV pemerintah. “Dimana bantuannya? Dimana bantuannya?”

Satu lembaga bantuan mengatakan 70.000 orang membutuhkan tempat berlindung setelah gempa tersebut, dan ada laporan bahwa ribuan orang menghadapi malam kedua dalam cuaca dingin saat senja jatuh.

PBB mengatakan bahwa pihaknya “siap membantu jika diminta” dalam sebuah pernyataan dari juru bicara sekretaris jenderal.

Pejabat Iran mengatakan 413 orang tewas di negara tersebut. Beberapa tentara dan penjaga perbatasan termasuk di antara korban tewas, panglima militer Iran mengatakan kepada kantor berita IRINN.

Di Irak sembilan orang meninggal, juru bicara Bulan Sabit Merah mengatakan kepada BBC. Sebuah kantor PBB di negara tersebut mengatakan lebih dari 500 orang terluka di sana, dan gempa tersebut dirasakan di Irbil, Sulaimaniya, Kirkuk dan Basra serta ibu kota, Baghdad.

Tanah longsor telah membuat lebih sulit bagi penyelamat untuk menjangkau orang-orang yang terkena dampak di daerah pedesaan, dan ada kekhawatiran bahwa bendungan bisa jebol setelah rusak akibat gempa. Orang-orang yang tinggal di dekatnya dilaporkan telah diminta untuk pergi.

Pada tahun 2003, sebuah gempa berkekuatan 6,6 menghancurkan kota bersejarah Bam di tenggara Iran, menewaskan 26.000 orang. Gempa hari Minggu adalah yang paling mematikan yang melanda Iran sejak tahun 2012.

Tapi gempa ini merupakan gempa keenam dengan magnitude-7.0 atau lebih pada tahun 2017 – terjadi 16 gempa kuat tahun lalu dan 19 tahun sebelumnya.(Tri)