Thursday, 23 November 2017

Target Penerimaan Pajak Jakut Rp1,9 Triliun Terancam Gagal

Selasa, 14 November 2017 — 19:59 WIB
Wakil Walikota Jakarta Utara saat memasang Plang dan Stiket disalah satu perusahaan penunggak pajak. (wandi)

Wakil Walikota Jakarta Utara saat memasang Plang dan Stiket disalah satu perusahaan penunggak pajak. (wandi)

JAKARTA (Pos Kota) – Target penerimaan Pajak Bumi Bangunan, Pedesaan dan Perkotaan (PBB -P2) di Jakarta Utara sebesar Rp 1,9 Trilyun terancam gagal. Sebab hingga saat ini masih ada sebanyak  80 perusahaan yang memiliki kewajiban membayar pajak dengan nilai tunggakan mencapai Rp 73,8 Milyar.

Bahkan, untuk mencapai hal itu saat ini Pemkot Jakarta Utara melalui Suku Badan Pelayanan Pajak dan Restribusi Daerah Jakarta Utara melakukan pemasangan stiker dan plang terhadap pengunggak pajak. Cara ini dilakukan tujuannya agar pemilik segera memenuhi kewajibannya membayar pajak.

“Hari ini kita melakukan pemasang stiker dan plang bahwa bangunan tersebut belum membayar pajak. Kami berharap dengan cara ini mereka akan bergerak hatinya dan langsung memenuhi kewajibannya membayarnya,”ujar Wakil Walikota Jakarta Utara, Junaedi saat memasang stiker dan plang di PT yakni  PT. Ujung Lima (Berdikari)

Pada kegiatan pemasangan stiker dan plang terhadap penunggak pajak sendiri dilakukan serentak dan melibatkan Lurah, Camat dan Satpol Pol PP, serta  petugas Pelayanan Pajak Daerah dan Restribusi Daerah. Pemasangan ini dilakukan karena sebelum tindakan tersebut dilakukan pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada wajib pajak.

Selain itu juga melakukan dialog atau pemanggilan terhadap wajib pajak PBB, namun hingga batas waktu yang sudah ditentukan tak kunjung dipenuhi pihaknya terpaksa melakukan tindakan dengan memasang stiker. Jika nanti setelah dipemasangan stiker dan plang tapi penunggak pajak tidak membayar pihaknya akan melakukan penagihan paksa.

“Jika penagihan secara paksa ini tidak juga diindahkan oleh wajib pajak maka kita akan melakukan penyitaan. Maka dari itu kami minta setelah ada pemasangan ini para wajib pajak segera melunasinya,” tambahnya.

Dikatakan oleh Wakil Walikota, dari 80 wajib pajak (WP) yang belum melunasi kewajibannya itu merupakan badan usaha dan perorangan. Dari jumlah tersebut paling banyak penunggak pajak ada di Kecamatan Kelapa Gading dan Kecamatan Penjaringan. (wandi/win)