Saturday, 25 November 2017

Paripurna DPRD

Anies Cerita Dapat Selendang Bu Saidah Korban Gusuran Bukit Duri

Rabu, 15 November 2017 — 15:04 WIB
Gubernur DKI, Anies Baswedan.(ikbal)

Gubernur DKI, Anies Baswedan.(ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI, Anies Baswedan kembali bercerita bagaiaman dia mendapatkan selendang dari seorang warga Bukit Duri, Jakarta Barat korban penertiban. Kali ini dia menuturkan cerita menyentuh itu dihadapan pimpinan dan anggota DPRD dalam rapat penyampaian visi misi dalam rapat paripurna.

Anies mengatakan kejadian tersebut saat kampanye pilkada DKI Jakarta 9 Januari lalu.

“Di sana, di antara puing-puing gusuran rumah, seorang Ibu yang rumahnya telah rata dengan tanah, Ibu Saidah, usianya sekitar 50 tahunan, datang dengan menggendong seorang anak. Lalu beliau lepas kain selendang penggendongnya dan mengalungkan selendang batik ini kepada saya,” kata Anies dengan suara bergetar di Gedung DPRD, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (15/11/2017).

Anies mengaku, sambil mengalungkan selendangnya, Ibu Saidah memberikan pesan agar dirinya dapat menjalankan amanat dengan memgayomi seluruh warga selama menjabat.

“Pak Anies, selendang ini yang saya pakai untuk menggendong anak saya. Nanti saat Bapak menjabat, Bapak gendong anak-anak Jakarta. Bapak gendong anak-anak Jakarta. Kami titipkan anak-anak kami, Pak,” ujar Saidah seperti ditirukan Anies.

Mendapatkan selendang sebagai simbol untuk menggendong semua golongan di Jakarta, dikatakan Anies sebagai sesuatu yang tidak ringan. Anies menjadikan selendang dari Saidah itu sebagai pengingat baginya untuk selalu amanah.

“Selendang ini adalah selendang terberat yang pernah terkalungkan di leher saya. Ia adalah selendang pengingat amanah. Amanah besar itu adalah amanah kepada kita semua pemimpin dan pengelola kota ini. Saudara-Saudara semua, mari kita gendong anak-anak Jakarta seperti kita menggendong anak sendiri. Majukan setiap jengkal kota ini, bahagiakan setiap insan di dalamnya,” tandas Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menandaskan bahwa Jakarta sebagai ibukota sebagai sorotan dunia. Menurutnya, jika janji-janji di Jakarta dapat dituntaskan, Anies memandang saat itu juga Indonesia dapat mennggapai masa depan dengan penuh optimisme.

“Segala yang kita lakukan di ibukota ini tak akan lepas menjadi sorotan dan perhatian seluruh bangsa. Apabila di ibukota negara ini kita bisa mewujudkan janji-janji yang telah kita ikrarkan sebagai bangsa, maka sungguh Indonesia telah siap menyongsong masa depan dengan penuh optimisme dan keyakinan,” tutup Anies.
(ikbal/sir)