Thursday, 23 November 2017

Hapus Stigma Buruk Penyakit Kusta, Pemprov DKI Gandeng Nippon Foundation

Rabu, 15 November 2017 — 12:21 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Yohei Sasakawa, Ketua The Nippon Foundation dan Duta WHO untuk penyakit kusta di Bakaikota Jakarta.(ikbal)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Yohei Sasakawa, Ketua The Nippon Foundation dan Duta WHO untuk penyakit kusta di Bakaikota Jakarta.(ikbal)

JAKARTA (Pos Kota) – Stigma buruk terhadap penyakit dan penderita kusta masih sering terjadi di tengah masyarakat. Tidak jarang, penderita dijauhi secara sosial dan dikucilkan dari pergaulan masyarakat.

Untuk menghilangkan stigma tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjajaki kerjasama dengan Nippon Foundation.

Nantinya, Pemprov DKI dan Nippon Foundation akan mengkampanyekan gerakan penanganan masalah penyakit kusta dan anti diskriminasi terhadap pengidap penyakit kusta.

Pembahasan kerjasama dilakukan  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Yohei Sasakawa, Ketua The Nippon Foundation dan Duta WHO untuk penyakit kusta di Bakaikota Jakarta, Rabu (15/11/2017).

“Jadi pertemuan ini adalah pembuka kita dari sini akan berdiskusi lebih jauh teknisnya apa yang bisa dilakukan. Pemprov DKI menggratiskan biaya pengobatan bagi siapa pun yang mengalami penyakit kusta. Jadi dibebaskan biayanya dan akan ditangani dengan serius. Dan harapannya itu akan dapat membantu untuk mengisolasi dan menyembuhkannya,” ujar Anies.

Sementara itu, Sasakawa menjelaskan misinya ke Jakarta untuk memberantas pemyakit kusta. Sasakawa ingin meluruskan persepsi masyarakat  yang menganggap kusta sebagai penyakit kutukan dengan mitos yang berkembang.

Menurut Sasakawa penyebaran pemyakit kusta dapat dicegah dengan pendeteksian secara dini. Sasakawa juga menegaskan kusta penyakit yang dapat disembuhkan.

“Dan kusta itu bukan suatu kutukan dan juga bukan dosa dari Tuhan. Namun penyakit kusta ini bisa disembuhkan dan obatnya juga secara gratis. Maka kalau kusta secepatnya kalau ditemukan suatu bercak ataupun tanda kusta secepatnya kalau diobati itu bisa disembuhkan secara total secara tuntas,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Kusmedi Priharto menjelaskan pada tahun 2017 terdapat 311 penderita kusta dengan 203 pasien adalah penderita baru. Dikatakan Kusmedi, pihaknya telah menggandeng mantan penderita kusta untuk memberikan penyuluhan dan motovasi kepada penderita kusta lainnya.

Kusmedi menegaskan pengobatan penyakit kusta dapat dilakukan di setiap puskesmas di Jakarta.

“Jakarta sudah dinyatakan eliminasi dari kusta sejak tahun 2011. Pengobatan sudah bisa dilakukan di semua puskesmas kita dan deteksi dini bisa dilakukan oleh teman-teman ketuk pintu lainnya dengan hati,” jelas Kusmedi. (ikbal/Tri)