Thursday, 23 November 2017

Kapolres Minta Pengojek Jaga Kondusifitas

Rabu, 15 November 2017 — 13:34 WIB
ojol

SERANG (Pos Kota) – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang telah menutup sementara operasional ojek online pada Senin (12/11/2017).

Pasca penutupan ini terjadi beberapa kali aksi sweeping oleh ojek pangkalan terhadap pengojek online bahkan hingga perusakan dan pembakaran atribut ojek online. Mengantisipasi aksi susulan, Polres Serang Kota meminta kedua belah pihak menahan diri dan menjaga suasana kondusif.

Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin menyayangkan munculnya konflik antara ojek pangkalan (opang) dengan ojek online tersebut.

“Ini yang saya katakan fenomena sosial. Tak hanya di daerah kita. Bahkan secara nasional juga terjadi. Satu sisi ada kelompok yang terganggu mata pencahariannya sementara di sisi lain masyarakat butuh akan kecepatan dan kenyamanan pelayanan. Harusnya ini disikapi dengan bijak oleh semua pihak,” ujar Kapolres kepada wartawan usai acara penandatangan Pakta Integritas Pilkades Damai Kabupaten Serang, di Lapangan Tennis Indoor Setda Kabupaten Serang, Rabu (15/11/2017).

Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan menindak para pihak yang melakukan sweeping atau tindakan anarkis atas konflik ojek online dan ojek pangkalan tersebut.

“Oleh karena itu kami pihak kepolisian memberikan warning, memberikan tekanan agar kedua belah pihak menahan diri dan wajib menjaga suasana kondusif. Dan apabila ada tindakan sweeping, silakan korban melapor ke kepolisian setempat, akan kita tindak lanjuti. Kita pastikan akan kita proses berdasarkan ketentuan yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, ratusan driver Ojek Online (Gojek) dari beberapa daerah di Banten meggelar aksi damai di Stadion Maulana Yusuf Ciceri, Kota Serang, hal tersebut menyikapi adanya keputusan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menutup sementara Ojek Online (Gojek) yang ada di Kota Serang.

Korlap Gojek, Ahmad Rifai mengatakan bahwa adanya ojek online sendiri karena makin susahnya lapangan pekerjaan di Banten ini. Terlebih, dikatakan Ahmad, Pemerintah harus bisa mengambil keputusan yang bijak dan tidak merugikan sebelah pihak.

“Jadi pada kumpul semua sekarang, untuk membutikkan ojek online itu mentaati peraturan Pemerintah dan sepakat untuk off secara bersama-sama,” ungkap Ahmad di sela-sela aksi.
(haryono/sir)