Thursday, 23 November 2017

Ojol Dilarang Operasi, Pemkot Serang Dinilai Tak Punya Solusi

Rabu, 15 November 2017 — 9:28 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

SERANG (Pos Kota) – Penghentian sementara operasional ojek online (Ojol) di Kota Serang oleh Pemerintah Kota Serang, menuai penolakan dari sejumlah warga Kota Serang. Pasalnya, warga menilai Pemkot Serang tidak mampu memberikan win-win solution, padahal keberadaan ojek online sangat dibutuhkan masyarakat.

Terlebih, merasa dibela oleh pemerintah, Pengemudi ojek pangkalan (opang) yang menolak kehadiran ojek online, aksi-aksinya menjurus kepada tindakan anarkistis.

Mahardika, warga Terondol, Kota Serang, tidak menyetujui keputusan penghentian ojek online karena menurutnya sistem ojek online memudahkan dirinya saat membutuhkan tranportasi umum. Selain itu, menurut Mahardika, keputusan Pemkot Serang tersebut tidak sesuai dengan rencana pemerintah menjadikan Kota Serang sebagaismart city.

“Masyarakat terbantu dengan kehadiran ojek online karena tidak repot mencari-cari angkutan umum. Saya yakin ada solusi yang tidak merugikan kedua belah pihak, baik ojek pangkalan maupun ojek online. Pemerintah Kota Serang diharapkan bisa menghadirkan solusi itu,” kata Mahardika saat dimintai tanggapan penghentian sementara operasional ojek online oleh Pemkot Serang, Selasa (14/11).

Dari perkembangan berita, alasan ojek pangkalan meminta ojek online dihentikan karena membuat pendapatan ojek pangkalan menurun. Kemudian pengemudi ojek pangkalan enggan menjadi pengemudi ojek online dengan alasan ketidakpahaman sistem.

“Saya rasa pemerintah harus menginventarisir alasan munculnya masalah tersebut, sehingga ada win-win solution untuk dua belah pihak,” ujarnya.

Elsa, masyarakat Kota Serang lainnya sependapat dengan Mahardika. Menurutnya, keberadaan ojek online dengan fasilitas pelayanan yang lengkap membuatnya lebih mudah, baik menuju suatu atau mendapatkan sesuatu yang diinginkan.
“Selain itu, ojek online pun dirasa jauh lebih murah dibandingkan tarif ojek pangkalan sehingga tidak terlalu menguras dompetnya,” ungkapnya.

Sementara itu paska penghentian ojek online oleh pemkot, aksi-aksi pengemudi ojek pangkalan yang menolak kehadiran ojek online sudah menjurus kepada tindakan anarkistis. Mereka (ojek pangkalan) menghalang-halangi pengemudi ojek online berusaha, merusak helm, dan mecopot jaket. Bahkan Selasa (14/11) ini mereka membakar jaket pengemudi ojek online di Terminal Pakupatan.

Pengemudi opang nekat membakar jaket pengemudi ojek online karena melihat seorang pengojek online masih beroperasi meski sudah ada penghentian sementara oleh Pemkot Serang.
“Yang jelas tadi dia nungguin penumpang di sini. Pokoknya nggak boleh lagi ada yang beroperasi di sini. Kan sudah ditutup,” kata oknum ojek pangkalan yang tidak mau disebutkan namanya.

(haryono/sir)